Depresi karena Facebook, Mitos?
Albertina S.C. | Rabu, 11 Juli 2012 - 11:12 WIB
: 491


(Depresi karena Facebook tak berdasar./965malls.com)
Studi AS: kekhawatiran tentang kaitan antara depresi dan Facebook atau media sosial tak berdasar.

JAKARTA – Kekhawatiran tentang hubungan antara depresi dan menghabiskan banyak waktu bersama Facebook atau media sosial lain kemungkinan tidak berdasar. Demikian studi terbaru peneliti dari University of Wisconsin School of Medicine and Public Health, Amerika Serikat.

Temuan tersebut mematahkan teori yang diuraikan dalam studi yang digelar American Academy of Pediatrics tahun silam. Studi ini berpendapat paparan Facebook dapat menyebabkan depresi di kalangan remaja.

"Penelitian kami adalah yang pertama menyajikan bukti ilmiah soal kaitan yang disarankan antara penggunaan media sosial dan risiko depresi," kata Lauren Jelenchick, peneliti UW School of Medicine and Public Health yang mempublikasikan studi dalam Journal of Adolescent Health, Senin (9/7).

"Temuan ini memiliki implikasi penting bagi dokter yang mungkin prematur memberi alarm tentang penggunaan media sosial dan risiko depresi," kata dia.

Jelenchick dan Profesor Megan Moreno mensurvey 190 mahasiswa universitas yang berusia antara 18 dan 23 tahun. Para peserta survey menghabiskan lebih dari setengah waktu online mereka di Facebook.

Mereka tidak menemukan hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dan probabilitas depresi.

"Temuan kami sama dengan penelitian terhadap aplikasi komunikasi lain, seperti surat elektronik dan chatting, yang juga tidak menemukan hubungan dengan depresi," tulis para peneliti.

Namun, peneliti mencatat bahwa "studi tunggal tidak dapat membuktikan atau menyangkal hubungan" dan memperingatkan bahwa studi terbaru "dibatasi oleh homogenitas etnis sampel, fokus kami pada remaja yang lebih tua dalam lingkungan universitas tunggal, dan ukuran sampel yang kecil."

Prof Moreno, dokter anak yang mempelajari penggunaan media sosial pada anak-anak dan remaja, mengatakan orang tua tidak harus terlalu khawatir jika perilaku dan suasana hati anak mereka tidak berubah. Juga tidak harus cemas kalau anak-anak mereka memiliki teman dan pekerjaan sekolah yang konsisten.

"Karena jumlah waktu di Facebook tidak terkait dengan depresi, kami mendorong orang tua untuk berperan aktif menjadi model dan guru tentang penggunaan media yang aman dan seimbang untuk anak-anak mereka," kata Prof Moreno.
Sumber : AAP

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

12 Batang Emas di Perut Warga India

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

Mengapa Perempuan Lebih Tertarik pada Musisi?