Pungutan Sekolah Memberatkan Siswa
Junaidi Hanafiah | Kamis, 12 Juli 2012 - 14:12 WIB
: 1022


(dok/ist)
Pungutan dilakukan dalam berbagai bentuk.

BANDA ACEH - Meskipun dilarang menarik iuran bulanan atau SPP bagi orang tua murid, sekolah tetap saja melakukannya. Bentuknya beragam, mulai dari biaya seragam sekolah, matrikulasi, sumbangan untuk komite sekolah, hingga sumbangan sarana dan prasarana, bahkan uang pembangunan.

Seperti SMPN 3 Langsa, Aceh, sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) mengutip biaya masuk siswa baru hingga Rp 2.750.000, sehingga ada orang tua yang membatalkan sekolah anaknya.

Biaya itu diakui oleh pihak sekolah untuk membeli baju batik Rp 75.000, baju almamater Rp 250.000, baju olahraga Rp 125.000, baju pramuka Rp 200.000, sepatu dan kaus kaki Rp 100.000, biaya matrikulasi Rp 200.000, sumbangan komite untuk tiga bulan Rp 300.000, dan sumbangan sarana dan prasarana Rp 1,5 juta.

“Saya tidak sanggup membayar biaya itu, belum lagi anak-anak saya yang lain juga harus melanjutkan sekolah ke SMU dan masuk SD,” kata Sri Wahyuni, salah seorang warga Langsa Kota yang suaminya pedagang grosir.

Kepala SMPN 3 Langsa, Syarifuddin mengatakan, wali calon pelajar SMPN 3 Langsa yang tidak mampu membayar iuran pendaftaran ulang diminta melaporkan kepadanya atau ke ketua komite sekolah. Calon pelajar miskin maupun yatim piatu akan diberi keringanan hingga gratis biaya.

Menurutnya, uang komite selama tiga bulan senilai Rp 300.000 itu untuk membiayai kegiatan belajar sore hari, sedangkan untuk pagi hari ditalangi dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Kemudian iuran sarana dan prasarana Rp 1,5 juta untuk pendingin ruang kelas (AC), lalu dana matrikulasi Rp 200.000 untuk kegiatan perkenalan pelajar baru,” kata Syarifuddin.

Deg-degan

Dari Bandar Lampung dilaporkan, meskipun belum ditetapkan besaran dan jenis pungutan bagi siswa baru, para orang tua siswa sudah deg-degan. Pasalnya, dengan terbitnya Permendikbud No 44 Tahun 2012 sebagai pengganti Permendikbud No 60 Tahun 2011, sekolah negeri kembali bebas memungut biaya dari orang tua siswa.

Arief Kinston, orang tua siswa baru SMPN 22 Bandar Lampung mengaku, hingga kini belum ada pungutan sekolah, termasuk untuk pembuatan seragam putih biru, batik, pramuka dan olahraga. “Kabarnya mau dirapatkan dulu oleh komite sekolah,” ujar Arief.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, semua SMP negeri di Kota Bandar Lampung mewajibkan siswa baru membuat seragam putih-biru, pramuka, olahraga, dan batik melalui sekolah dengan harga yang jauh lebih mahal daripada harga di pasaran.

Bahkan, beberapa sekolah di antaranya SMPN 29 juga mewajibkan siswa baru untuk membeli sepatu, dasi, dan topi di sekolah. Pengalaman lain dituturkan Ilwadi, yang putra keduanya masuk sekolah swasta yakni SMP Persit Kartika Candra.

Ia terpaksa merogoh kantong hingga Rp 3,5 juta. Begitu pula Ahmad Hidayat, yang putri pertamanya masuk SMP Gajahmada harus menyetor Rp 1 juta. “Ini sudah paling murah, sebab SMP Al Azhar saja di atas Rp 2 juta,” tuturnya.

Sementara itu, di tingkat SMA, misalnya SMA Yayasan Pendidikan Unila, pungutan bagi murid baru Rp 7,5 juta. Ini seperti yang diungkapkan Andi, warga Rajabasa, Bandar Lampung yang putrinya masuk SMA YP Unila.

Sejumlah kepala sekolah swasta yang dikonfirmasi terkait besarnya pungutan siswa baru ini mengelak berkomentar.

“Biaya PSB ditetapkan pengurus yayasan, jadi kami tinggal menjalankan,” kata seorang kepala SMP swasta. Ia mengakui sekolah swasta terpaksa membebankan biaya lebih besar dibandingkan sekolah negeri karena untuk membangun/merehab kelas dan membayar gaji guru yang diambilkan dari uang masuk dan SPP siswa.

Sebelumnya, Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Haryono Umar mengatakan, pihaknya menerima banyak pengaduan terkait pungutan sekolah menjelang penerimaan siswa baru. Pungutan itu masih berkisar pada modus biaya buku, seragam, dan lainnya.

“Pungutan di sekolah negeri harus dikembalikan, uang buku, seragam itu sudah ada dalam BOS. Setelah diinvestigasi pungutan itu membebani orang tua,” kata Haryono. (Syafnijal Datuk Sinaro)

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Arema Siap Membungkam PBR

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Panwascam Diancam Dibunuh