MUI Jabar Desak Polri Tegas Berantas Miras
Saufat Endrawan | Sabtu, 14 Juli 2012 - 12:13 WIB
: 123


(dok/ist)
Suapaya bulan ramadahan dapat dilakukan lebih khidmat.

Bandung – Minuman keras (miras) telah menjadi momok bagi warga Jawa Barat. Peredarannya semakin hari semakin meluas.

Orang bisa menjualnya di rumah-rumah, kios jamu, dan warung, sehingga tak sulit bagi siapa pun yang ingin mencoba meminumnya. Apalagi bagi orang yang telah biasa meminumnya. Padahal, tak jarang miras menimbulkan kematian.

Kasus warga tewas akibat menenggak miras terjadi hampir di setiap wilayah hukum polres di Jawa Barat.

Meskipun polisi dibantu Satpol PP dalam melakukan razia, pedagang miras tak jera. Mereka tetap kembali berjualan. Malahan, jumlah pedagang semakin bertambah dan pedagang miras sudah masuk hingga ke pelosok desa. Biasanya, miras akan semakin banyak beredar menjelang Ramadan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Kyai Haji Hafidz Usman, saat ditemui SH dalam kegiatan seminar umat Islam di Aula Gedung Ormas Islam, di Soreang, Bandung, Kamis (12/7) lalu, dengan tegas mengatakan, Polri dan Satpol PP di Jabar kurang tegas menindak peredaran miras. Menurutnya, di wilayah hukum Polda Jabar, kasus warga meninggal akibat menenggak miras terus berjatuhan. Namun, tetap saja peredaran miras seperti bisa dilakukan seenaknya.

"Saya berharap Polri dan Satpol PP di Jabar fokus dan berani menghentikan penjual miras, apalagi menjelang Ramadan. Jika perlu pabriknya pun harus ditutup, agar tidak ada korban tewas lainnya," ia menegaskan.

Menurutnya, korban tewas akibat miras pernah ada di beberapa wilayah hukum Polda Jabar, di antaranya wilayah hukum Polres Bandung, Polres Cimahi, Polres Ciamis, dan terlebih di wilayah Polres Indramayu.

Sementara itu, Kapolres Bandung AKBP Sandi Nugroho juga mengakui peredaran miras di wilayahnya sangat mengkhawatirkan. Sementara itu, petugas hanya bisa menindak pelaku dengan jeratan tindakan pidana ringan (tipiring).

Karena itulah, menurut undang-undang, sanksi diberikan kepada penjual miras. Selama 2012, akibat menenggak miras, beberapa warga Kabupaten Bandung meninggal. Mereka adalah warga Pangalengan dan Soreang.

Sementara itu, di Kecamatan Ciwideuy, Kabupaten Bandung pada tahun lalu pernah ada seorang kepala desa dan stafnya tewas akibat minuman keras. Puluhan warga Kabupaten Bandung juga harus dilarikan ke unit gawat darurat Rumah Sakit Soreang dan Imanuel karena miras.

Sementara itu, berdasar pengamatan SH, korban tewas miras juga pernah ada di wilayah hukum Polres Ciamis. Pada Juni 2012, dua orang meninggal akibat menengak miras, yaitu RE (28) dan DH (31). Mereka meninggal di RSUD Kota Banjar. Di Soreang, Kabupaten Bandung, pada Juli ini juga ada korban tewas, yaitu Deden (29) dan Dadang Kaji (24).

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 21 April 2014 00:00:00 WIB

Barca Tunggu Atletico dan Madrid Tergelincir

, 21 April 2014 00:00:00 WIB

Persoalan Primer Perempuan: Hak Atas Rasa Aman