Pesona Lasiana
Albertina S Calemens | Sabtu, 14 Juli 2012 - 12:29 WIB
: 135


(Pantai Lasiana/Fehan Oan)
Pantai Lasiana adalah pantai berpasir putih yang letaknya tak jauh dari Kota Kupang, Nusa Tenggara T

Debur ombak berkejar-kejaran membasahi bibir Pantai Lasiana. Anak-anak kecil berlarian di pasir yang lembut.

Ada yang terombang-ambing dengan ban hitam di laut yang jernih. Seorang ayah sedang mengajari gadis kecilnya berenang di pinggir pantai. Sementara itu, beberapa lelaki bermain bola tak jauh dari pohon-pohon lontar yang menjulang.

Di tempat ini, terdapat 230 pohon lontar tua yang hingga kini masih produktif yang berkerumun di Pantai Lasiana. Di areal dengan luas sekitar 3,5 hektare atau tepatnya 35.065 meter persegi ini ada 65 pohon kelapa saja.

Itulah salah satu daya tarik yang menyapa turis lokal dan asing ke pantai yang berjarak 12 kilometer dari pusat Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur juga kota madya. Lasiana, pantai di antara karang dan lontar.

Kebanyakan pantai di daratan Timor berbatu dan penuh lumpur. Tapi, Lasiana berbeda. Pantai di Teluk Kupang ini landai. Ombak bergelung-gelung kecil. Lautnya tenang.

Topografi kawasan wisata yang mulai dibuka untuk umum sejak 1970-an ini juga menawarkan pesona yang tidak biasa. Perbukitan menghampar di wilayah barat. Jadi, lokasi yang mulai dipoles Dinas Pariwisata NTT dengan berbagai fasilitas pada 1986 ini berada di antara perbukitan dan pantai.

Tak jauh dari pantai, ada kebun dan sawah. Anda juga bisa melihat sapi dan kambing yang diternakkan. Tak ketinggalan, penyadap lontar yang juga perajin gula lontar yang hidup dari lontar yang daunnya kerap seperti kipas-kipas ditiup angin. Anda bisa melihat langsung proses pembuatan gula lempeng khas NTT yang dihasilkan dari sadapan pohon lontar tadi.

Ke arah timur ada pantai dengan pohon duri berderet teduh. Pantai Manikin namanya. Kedua pantai hanya dipisahkan oleh kali kecil yang juga pembatas antara Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Jika sudah membayar tiket masuk ke Lasiana, Anda boleh menyusuri Pantai Manikini, begitu sebaliknya.

Nah, dalam jarak kurang dari 2 kilometer ke sebelah barat, ada Pantai Nunsui. Pantai dengan alam yang masih liar ini diteduhi pohon-pohon beringin dan lontar. Kalau melancong ke tempat ini, Anda tidak perlu merogoh kocek. Gratis. Belum ada retribusi di sini.

Tiga pantai ini bergandengan membentuk kawasan rekreasi yang ramai dikunjungi warga, terutama setiap Minggu dan hari libur.

Pantai dan Lopo

Tidak sulit menuju Lasiana yang berada di Kecamatan Kupang Tengah. Ada angkutan umum sejenis colt dengan tarif tidak lebih dari tujuh ribu perak.

Tiket masuk per orang cuma Rp 2.500, sedangkan retribusi untuk tiap sepeda motor Rp 1.500 dan Rp 2.500 bagi mobil atau kendaraan roda empat.

Di Pantai Lasiana Anda dapat berteduh di lopo-lopo yang berdiri di sepanjang pantai. Lopo adalah sebutan warga lokal untuk pondok yang atapnya seperti payung dengan tiang dari batang pohon kelapa atau lontar. Puncak pondok ditutupi ijuk, pelepah kelapa atau lontar dan alang-alang.

Sekadar duduk di pantai sambil melihat aktivitas di pinggir pantai juga boleh saja. Anak-anak dapat bermain papan peluncur dan beberapa fasilitas yang disediakan untuk para bocah.

Setelah berbasah-basah di pantai, tersedia empat kamar mandi dan instalasi air. Kawasan ini juga memiliki home stay, kafe, dan restoran. Ada pula panggung untuk hiburan, beberapa toko yang menyediakan minuman dan makanan ringan, serta yang khusus menjajakan cendera mata.

Jika lapar, Anda dapat mencoba salah satu warung makan di sekitar pantai. Ada jagung muda bakar dan rebus. Anda bisa memilih jagung pulut dengan rasa unik: tidak manis tapi kenyal atau mengunyah jagung manis.

Jangan lupa mencoba pisang gepe. Ini pisang bakar dengan campuran susu, keju, dan cokelat. Tapi, Anda bisa mencoba pisang dengan taburan gula kacang.

Khusus di akhir pekan, pedagang berlomba-lomba menggoda selera makan Anda dengan aroma ikan bakar. Yang pasti, ikan di Kupang, dagingnya lebih manis, tebal, dan segar. Minumannya bisa kelapa muda yang disajikan dengan buahnya.

Menatap Lasiana ketika fajar dan melepas pergi mentari juga tidak kalah menawan. Entah karena langit yang masih bersih dari polusi, matahari di Kupang tampak lebih merah dan oranye. Beranjak sore, matahari memancarkan spektrum jingga yang lebih menyala. Kemudian perlahan redup digantikan bulan dengan ukuran yang tampak lebih besar dari bulan yang mengintip di kota-kota besar.

Petang yang dingin, bunyi debur ombak, matahari yang oranye kerap membuat orang duduk terpaku di pantai. Waktu-waktu cantik yang ditunggu para pengunjung untuk berfoto dengan latar pantai atau hanya mengklik kamera untuk merekam suasana sunrise di Lasiana.

Di malam hari, hanya di sepotong teluk itu, nelayan bisa menempatkan bagan tancap, alat penangkap ikan tradisional. Lampu-lampu petromaks dari bagan-bagan tancap berkilau membentuk garis indah. Seindah Lasiana.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Arema Siap Membungkam PBR

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Panwascam Diancam Dibunuh