Pemerintah Ambil Langkah agar Tak Resahkan Warga
Muhamad Nasir | Selasa, 17 Juli 2012 - 15:14 WIB
: 182


(dok/ist)
Lonjakan harga sudah sejak dari agen, bukan karena jelang puasa.

PALEMBANG - Kenaikan rata rata sembako berkisar 10 persen. Ini diperoleh dari hasil inspeksi mendadak (sidak) Komisi II DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel di Pasar Cinde, Palembang, Senin (16/7).

Daging sapi semula berkisar Rp 80.000 per kg beberapa hari ini merangsek menjadi Rp 85.000 per kg. Begitu juga untuk harga daging ayam, dari Rp 28.000 per kg naik menjadi Rp 35.000 per kg. Menurut pedagang, kenaikannya sudah tiga pekan terakhir karena pasokannya juga kurang.

Sehari kebutuhan bisa mencapai 300 kg, tapi suplainya hanya 100-200 kg. Kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam yang saat ini mencapai Rp 17.000 per kg dari sebelumnya Rp 15.000 per kg. Lalu harga gula pasir dari Rp 13.000 per kg menjadi Rp 15.000 per kg. Begitu juga bawang putih, dari Rp 16.000 per kg menjadi Rp 19.000 per kg.

Jum, seorang pedagang mengemukakan, kenaikan ini sudah sejak satu pekan lalu. Bukan karena menjelang puasa, melainkan dari agen harganya memang sudah naik.

Setelah melihat langsung kondisi kenaikan harga sembako di Pasar Cinde, Ketua Komisi II DPRD Sumsel Budiarto Marshul menilai kenaikan berbagai sembako masih terbilang wajar. Politikus asal Partai Gerindra ini berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar kenaikan harga tidak sampai meresahkan masyarakat.

Guna menekan laju kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) menjelang Ramadan, Pemprov Sumsel menggelontorkan 115.000 paket sembako bagi warga tidak mampu. “Untuk menekan harga sembako agar tidak melambung tinggi, kami sengaja menggelar pasar murah yang akan diluncurkan Selasa ini di halaman Pelabuhan Penyeberangan 35 Ilir,” ujar Kepala Disperindag Provinsi Sumsel Nasrun Umar, Selasa (17/7) pagi.

Untuk tahap awal, penjualan sembako di pasar murah tersebut akan digelontorkan 4.000 paket sembako. Setiap paket terdiri dari beras 2 kg, gula pasir 2 kg, dan minyak goreng 2 kg. Masyarakat yang nantinya ingin membeli cukup membayar Rp 39.000 untuk setiap paketnya.

Agar penjualan dapat dilakukan dengan merata dan tidak ada pihak yang menyalahgunakan program tersebut demi keuntungan pribadi, seperti memborong atau membeli paket sembako dalam jumlah banyak, panitia akan membagikan kupon kepada setiap calon pembeli.

Kendati pedagang telah kembali berjualan, harga daging ayam di Kota Bandung masih tinggi. Di pasar tradisional di Kota Bandung daging ayam dijual antara Rp 30.000-32.000. Sementara di pasar modern harga jual daging ayam berkisar antara Rp 27.000-32.000 untuk setiap kg.

Kepala Disperindag Jabar Ferry Shofwan menuturkan masih tingginya harga daging ayam dipicu oleh harga day old chick (DOC) yang mahal. Menurut Ferry, harga DOC saat ini telah mencapai Rp 6.000 per ekor. "Bukan tidak mungkin harga daging ayam akan naik jika harga DOC masih tinggi," ujar Ferry di Bandung, Senin (16/7).

Ketika harga DOC baru mencapai Rp 5.000 per ekor seperti terjadi beberapa waktu lalu, harga jual daging ayam langsung melesat naik, berkisar antara Rp 26.000-28.000 setiap kg. Harga DOC sangat ditentukan perusahaan besar yang selama ini menguasai pasar DOC di Indonesia. Peternak ayam tidak dapat berbuat banyak manakala harga yang dipatok oleh perusahaan DOC meningkat.

Permintaan DOC untuk peternak di Jabar disebutkan Ferry sangat tinggi. Dari sekitar 20 juta ekor DOC setiap harinya, sebut Ferry, 60 persen di antaranya dipasok untuk kebutuhan peternakan di Jabar.

Agar tidak bergantung kepada perusahaan besar, melalui Dinas Peternakan Jabar diupayakan pembibitan sendiri. Produksi DOC ditargetkan bisa dilakukan sendiri oleh peternak sehingga harga tetap dapat terkontrol.

Ferry mengatakan masih belum stabilnya harga daging ayam bukan akibat tingginya permintaan menjelang puasa. Yang terjadi saat ini sangat berbeda dibandingkan saat Ramadan tahun lalu. Menurut Ferry, tahun lalu harga daging ayam cenderung naik justru menjelang Lebaran.

Namun, saat ini harga daging ayam telah mengalami lonjakan menjelang puasa. Bahkan, sambung Ferry, menjelang Lebaran nanti harga daging ayam diprediksi terus naik seiring dengan melonjaknya permintaan. (Didit Ernanto)

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 25 April 2014 00:00:00 WIB

Tiga Warga AS Dibunuh Polisi Kabul

, 25 April 2014 00:00:00 WIB

Benfica Harusnya Menang Besar