Kutang Enam Abad
Albertina S.C. | Kamis, 19 Juli 2012 - 11:29 WIB
: 735


(Bra lebih dulu dipakai dari korset./cbs12.com)
Arkeolog Universitas Innsbruck menemukan kutang yang mirip bra modern, berusia 600 tahun.

WINA – Agaknya sejarah busana perlu ditulis ulang, setelah peneliti dari Universitas Innsbruck, memperlihatkan penemuan revolusioner dalam mode. Ternyata, perempuan sudah memakai bra sejak 600 tahun lampau.

Pihak Universitas Innsbruck mengatakan, Rabu (18/7), para arkeolog menemukan empat bra linen yang berasal dari Abad Pertengahan di sebuah kastil di Austria.

Pakar fesyen menyebut penemuan ini mengejutkan. Pasalnya, umumnya kehadiran bra dianggap kurang dari 100 tahun setelah perempuan meninggalkan korset ketat.

Tapi, temuan pakaian dalam perempuan ini menunjukkan sebaliknya. Rupanya perputaran pakaian dalam perempuan ini diawal dari bra, diikuti korset, kemudian diikuti oleh bra yang diciptakan kembali.

Satu pakaian dalam perempuan yang ditemukan "tampak persis seperti bra (modern)," kata Hilary Davidson, kurator fesyen untuk Museum London. "Ini adalah temuan yang menakjubkan."

Pihak universitas mengatakan empat bra itu kurang lebih berasal dari bahan linen keluaran 2700. Beberapa di antaranya berbahan linen dan lainnya linen yang dikombinasikan dengan katun--yang ditemukan bercampur dengan kotoran, kayu, jerami, dan potongan kulit.

"Empat tekstil linen menyerupai bra modern" dengan kap yang berbeda dan salah satunya seperti versi bra saat ini, kata Davidson,  dengan "dua tali bahu yang panjang dan mungkin tali belakang, karena sudah rusak, tetapi ditunjukkan dari tepi kap yang sebagian robek setelah dipasang."

Temuan ini juga menunjukkan bahwa bra itu tidak fungsional saja. Potongan bra yang rumit dihiasi renda dan ornamen lain, menurut pihak univeristas, menunjukkan bahwa pakaian dalam itu dibuat untuk menyenangkan sang kekasih.
Sumber : AP

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN