Mengatasi Alergi Telur
Albertina S.C. | Jumat, 20 Juli 2012 - 08:48 WIB
: 2157


(Imunoterapi oral untuk alergi telur./howtonewsid.blogspot.com)
Studi mengungkapkan bagaimana beberapa anak dapat mengatasi alergi telur dengan imunoterapi oral.

JAKARTA – Penelitian telah menemukan cara bagi anak-anak untuk mengatasi alergi telur. Yakni dengan memberi sedikit telur pada anak-anak yang alergi telur, kemudian menambah dosis  telur lebih tinggi. Dengan cara ini, alergi mereka akan hilang atau paling tidak mengurangi reaksinya.

Dalam uji coba multi pusat, 28 persen anak mengalami waktu panjang untuk menghapus alergi telur. Sementara, 47 persen anak mampu mentolerir beberapa telur dalam makanan mereka selama mereka berada dalam terapi biasa, menurut penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, mengutip situs msnbc.com, Kamis (19/7).

Disebut imunoterapi oral, kata Dr. Robert Wood, salah satu penulis studi. Direktur Alergi dan Imunologi di Johns Hopkins Children’s Center ini menjelaskan itu adalah pengobatan yang mirip suntikan alergi pada pasien untuk mengurangi kepekaan terhadap alergen seperti debu, bulu kucing, dan ragweed—sejenis rumput-rumputan.  

"Tidak perlu khawatir terpapar alergi dan untuk bisa makan kue ulang tahun Anda, sesuatu yang sangat besar bagi anak-anak," kata Wood.

 Stephanie Kuroda, yang anaknya terlibat penelitian, sependapat dengan Wood. Ibunda dari Berkery Tad, 10 tahun, yang tidak sepenuhnya mampu mengatasi alergi telurnya, ini senang karena anaknya sekarang dapat makan makanan yang mengandung telur selama dia mendapat dosis reguler telur protein dalam pola makannya.
 
Sebelum percobaan, "hanya 1/1.000 dari sebutir telur sudah bisa menyebabkan masalah pernapasan," dia menjelaskan. "Ini juga sangat mempengaruhi hidupnya. Kami harus membuat sendiri semua makanan dan membekalinya ke mana pun dia pergi. Dia harus duduk di meja terpisah dari orang lain," kata Kuroda.

Kuroda tidak cuma cemas akan keselamatan putranya. Dia juga mengkhawatirkan bagaimana alergi mempengaruhi perkembangan sosial Tad.

“Sebagai orang tua Anda bertanya-tanya... dia ke pesta ulang tahun dan semua orang makan kue, dan dia harus makan makanan penutup yang dibawa dari rumah,” ujar Kuroda.

"Itu semua memberikan kontribusi yang membuat anak lebih ragu-ragu mencoba hal baru--dan tidak hanya makanan. Dari sudut pandang keamanan itu bagus, tetapi dari sudut pandang seorang anak yang harus belajar terlibat dalam dunia, dia tidak akan belajar tentang hal-hal baru,” dia menambahkan.

Sekitar delapan persen anak Amerika Serikat memiliki semacam alergi makanan. Lebih dari 600 ribu orang Amerika atau 0,2 persen dari populasi, memiliki alergi telur. Angka-angka tertinggi terdapat pada anak-anak. Namun, banyak dari para bocah akhirnya terbebas dari gejala mereka.

Untuk penelitian baru ini, 40 anak berusia antara 5 dan 11 tahun, diberi dosis kecil putih telur yang meningkat dengan waktu. Sebanyak 15 anak lain diberi dosis plasebo bubuk tepung maizena.

 Sebanyak 35 dari 40 anak terjebak dalam penelitian dan pada akhir 22 bulan, mereka diuji dengan dosis bubuk putih telur yang lebih besar--setara dengan setengah telur. Dari mereka, 30 atau 75 persen dari 40 anak yang diteliti, tidak menunjukkan reaksi pada telur.

Selama empat sampai enam pekan berikutnya, anak-anak itu dibebaskan dari dosis telur harian. Ketika mereka diuji ulang dengan dosis yang lebih besar dari bubuk putih telur, hanya 11 bocah atau 28 persen dari 40 anak yang tidak bereaksi terhadap telur. Setahun kemudian, anak-anak sudah dapat makan telur dengan dosis sedang secara teratur, para peneliti melaporkan.
 
Wood percaya metode ini akan bekerja pada alergi makanan lain juga, termasuk kacang [Baca: Anak Kota Lebih Alergis].

Bagi para peneliti, dari anak seperti Tad yang tidak lulus tes kedua, mereka mengetahui bahwa mungkin cukup dengan dosis reguler putih telur bisa menjaga dia dari alergi telur.

"Ini mengubah hidup dan membebaskan," kata Kuroda. "Dan hal itu memang membuat dunia jauh lebih aman bagi dia. Saya pikir dia lebih percaya diri dan tidak begitu tentatif sebagai hasil dari studi imunoterapi."
Sumber : msnbc.com

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Arema Siap Membungkam PBR

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Panwascam Diancam Dibunuh