China, India, dan Korsel Bisa Jadi Sekutu RI Hadapi Krisis
Faisal Rachman | Jumat, 20 Juli 2012 - 14:18 WIB
: 4621


(dok/ist)
Setiap negara tidak mungkin kuat menahan dampak krisis sendirian.

JAKARTA – Memperkecil risiko hantaman krisis ekonomi global, Indonesia perlu mempererat hubungan dengan negara-negara dalam kawasan Asia. China, India, dan Korea Selatan menjadi beberapa negara yang bisa dijadikan mitra strategis menghadapi krisis.

Telisa Falianty, pengamat ekonomi EC Think mengatakan, saat krisis ekonomi menerpa seperti sekarang, setiap negara tidak mungkin kuat menahan dampaknya sendiri. Karena itu kerja sama regional di tengah krisis saat ini sangat perlu ditingkatkan.

Memperkuat hubungan dengan tiga negara tersebut, menurutnya, akan menguatkan posisi Indonesia dalam menghadapi krisis ekonomi dan kerja sama ini lebih dalam bentuk koordinasi kebijakan.

“Artinya forum-forum Asia itu perlu ditingkatkan lagi, begitu juga dengan peran Indonesia di forum. Itu akan membantu (Indonesia dalam menghadapi krisis global)," ujarnya.

Sektor yang perlu dikuatkan menurut Telisa adalah sektor keuangan, lalu sektor pengawasan (monitoring) penanaman modal di kawasan, di mana kerja sama ini memang belum dilakukan dan
ke depan harus dilakukan lebih intensif.

“Sebagian bentuk kerja sama seperti ini sudah ada dalam ASEAN Plus 3, tapi perlu diperluas lagi di Indonesia untuk menjaga kerentanan," katanya.

Lebih lanjut Indonesia, menurutnya, perlu meningkatkan perdagangan karena ekspor Indonesia menurun, sehingga perlu meningkatkan perdagangan di antara sesama negara Asia. Selama ini ekspor Indonesia terlalu mengandalkan negara-negara Eropa dan Amerika karena itu perlu ada diversifikasi pasar.

Enny Srihartati, pengamat ekonomi Indef menilai kerja sama yang saat ini dapat dipererat adalah dengan negara-negara ASEAN. Menurutnya selama ini kerja sama dengan negara ASEAN baru bersifat umum dan Indonesia selama ini belum memanfaatkan secara optimal.

Enny mencontohkan karakter Indonesia dan Thailand secara ekspor sama sehingga seharusnya jika kerja sama cukup erat dapat menjadi penentu dalam perdagangan internasional dan saling membantu.

Seharusnya kerja sama ASEAN itu take and give sehingga kita akan kuat menghadapi kawasan lainnya. Saling mengisi, bukan bersaing seperti sekarang,” tuturnya.

Dari sisi pasar, kata dia, negara-negara ASEAN harusnya bisa saling berbagi. Misalnya, Indonesia tahun ini sedang ingin mengembangkan industri tekstil maka negara-negara ASEAN lainya mendukung dari sisi bahan baku bukan menyerang Indonesia dengan produk tekstil jadi.

Paling tidak, negara-negara ASEAN seharusnya bisa saling mendukung dan mengkhususkan kekuatan negaranya dalam suatu sektor. Misalnya, Thailand dalam sektor hortikultura, Indonesia di sektor manufaktur, dan negara lain sesuai dengan kemampuannya.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sabun Berbahan ASI Laris di Tiongkok

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sharon Stone Dilaporkan Stroke