Tahu China Mengandung Formalin
Jonder Sihotang | Jumat, 20 Juli 2012 - 14:57 WIB
: 455


(SH/Jonder Sihotang)
Tahu yang berformalin lebih kenyal dan lebih tahan lama dibanding tahu tak berformalin.

BEKASI – Inspeksi mendadak (sidak) terhadap sembilan bahan pokok (sembako) di Kota Bekasi, menjelang puasa, menemukan tahu ukuran besar—biasa disebut tahu China—mengandung formalin.

Pemeriksaan yang dilakukan di Pasar Baru Kecamatan Bekasi Timur, Kamis (19/7), dari dua pedagang, dipastikan tahu yang mereka jual dicampur formalin. Dari hasil tes, diketahui warna tahu secara perlahan berubah menjadi kebiru-biruan becampur keunguan menyerupai blau.

Tes tersebut langsung dilakukan di lokasi. Lili Juliasih, petugas dari Laboratorium dan Klinik Kesehatan Hewan dan Kesmaved, Dinas Perekonomian Rakyat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, saat ditanya SH, menegaskan bahwa formalin yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat tersebut dicampur saat proses produksi tahu. Hal itu dilakukan guna mengawetkan tahu agar dapat tahan lama dan tidak mudah hancur.

Darman (32) dan Endah (41), dua pedagang tahu itu, mengaku tidak mengetahui jika tahu yang mereka jual mengandung formalin.

"Kami hanya pedagang, dan tahu ini ada yang mengantar," kata keduanya. Darman mengatakan, tahu China itu dibeli dari pedagang lain yang setiap hari mengantar ke los tempatnya berjualan. Tahu tersebut, katanya, dibuat di daerah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. "Pabriknya saya tidak tahu persis. Tetapi kata penjualnya dari Rengasdengklok, Karawang", katanya.

Sementara itu, tahu yang dijual Endah, menurut pengakuannya, dibuat di daerah Jelambar, Jakarta Barat. Ia juga tidak mengira tahu yang dijualnya mengandung formalin.

Menurutnya, tahu yang dijualnya lebih kenyal dibanding tahu lainnya. Biasanya ukuran potongannya lebih besar dari tahu lainnya. Saat itu, petugas juga membawa sampel mi kuning yang diduga kuat juga mengandung zat pengawet sejenis formalin, dengan ditambah zat pewarna.

Sidak yang dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) bersama Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Pemkot Bekasi itu dipimpin Asisten Pembangunan dan Kemasyarakatan (Asda II) Kota Bekasi, Nandi Surdjakandi. Menurut Kepala Disperindagkop Kota Bekasi, Amit Riadi, pihaknya mengimbau pedagang agar tidak menjual jenis tahu China tersebut.

Amit Riadi pun mengimbau konsumen tidak mengonsumsi jenis tahu tersebut karena dapat membahayakan kesehatan. Mengingat pabrik pembuat tahu itu di luar wilayah Kota Bekasi, yakni di Karawang dan Jakarta, Disperindagkop dan Dispera Kota Bekasi akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Untuk pedagang dan pembeli di Kota Bekasi tambahnya, pihaknya akan membuat surat edaran agar masyarakat tidak menjual dan mengonsumsi jenis tahu tersebut.

Saat ditanya sanksi terhadap pedagang, Amit dan Nandi mengatakan, pihaknya hanya mengimbau agar tahu tersebut tidak dijual. "Untuk menindak secara langsung, kami tidak ada kewenangan, karena proses pembuatannya di luar Kota Bekasi," ujar Nandi Surdjakandi.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan yang terhadap tahu yang banyak diproduksi di Kota Bekasi, dinyatakan bebas dari zat pengawet atau formalin. Jenis tahu yang diproduksi secara lokal aman dikonsumsi, tambah Amit Riadi.

Dikatakan, untuk membedakan tahu berformalin dengan yang tidak, secara kasatmata dengan mudah dapat diketahui. Tahu berformalin lebih kenyal seperti karet dan tidak mudah hancur. Sementara itu, tahu tidak berformalin lebih lentur dan mudah hancur.

Biasanya tahu berformalin dapat bertahan dua hingga tiga hari. Sementara itu, tahu tak berformalin hanya dapat bertahan satu hari. Diduga kuat, semua jenis tahu China mengandung formalin.

Disperindagkop dan Dispera tidak mungkin melakukan pemeriksaan ke 12 pasar tradisional yang ada di Kota Bekasi setiap hari. Tetapi, pihaknya akan membuat surat kedaran ke semua unit pasar untuk disampaikan kepada pembeli dan pedagang.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sabun Berbahan ASI Laris di Tiongkok

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sharon Stone Dilaporkan Stroke