Gubernur Minta Warga Tak Terprovokasi
Muhamad Nasir | Jumat, 20 Juli 2012 - 15:13 WIB
: 101


(dok/ist)
Banyak informasi simpang siur yang sengaja dibuat agar kondisi semakin meruncing.

PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin menyatakan siap pasang badan membela warga kalau memang benar.

Hanya saja, dia mengimbau agar warga tidak anarkis. Demikian diungkapkan gubernur dalam dialog selama 45 menit di lokasi PTPN VII, Kamis (19/7). Alex berharap warga menahan diri dan tidak terpancing provokasi pihak yang ingin memperkeruh suasana.

“Jika memang warga benar, saya yang pasang badan dan bersama-sama memperjuangkannya. Namun harus diingat bahwa sebuah niat baik dan usaha tersebut akan menjadi sia-sia jika kita berbuat anarkis,” ujarnya.

Alex berkesempatan berdialog dengan warga seusai melakukan kunjungan kerja ke Muaraenim. Bersama rombongan, ia langsung meninjau lahan yang menjadi konflik antara PTPN VII unit usaha Cinta Manis dan warga setempat.

Gubernur tiba di lokasi pukul 16.30 WIB, dan langsung menuju kantor PTPN VII guna mendengarkan penjelasan dari kepolisian yang mengamankan lokasi sengketa. Selanjutnya bersama unsur SKPD Pemprov Sumsel, ia menuju lokasi yang masih dipenuhi ratusan warga. Ia kemudian menghampiri warga dan melakukan dialog untuk mendengarkan aspirasi secara langsung.

Direktur Walhi Sumsel Anwar Sadat memastikan kerusuhan yang terjadi merupakan skenario untuk menyudutkan warga.

Karena itu, untuk menghindari dan mengantisipasi agar warga tidak terjebak lagi, Jumat (20/7) ini warga tidak akan berada di lokasi lahan. “Mereka akan tetap berada di desa masing-masing sehingga meminimalkan upaya penyusupan dan pengalihan isu oleh pihak-pihak lain,” tuturnya.

Hanya saja, dia juga mengharapkan agar pihak aparat tidak melakukan upaya-upaya yang bisa memancing emosi warga. Diakuinya, banyak informasi simpang siur di lapangan yang sengaja dibuat pihak-pihak tertentu agar kondisi semakin meruncing.

Manajemen PTPN VII unit usaha Cinta Manis memutuskan tidak menjalankan operasional seperti biasanya pascakerusuhan di lokasi perkebunan Rayon III, Desa Sribandung. Manajemen PTPN VII unit usaha Cinta Manis belum dapat memastikan kapan melakukan kembali operasional mereka, seperti melakukan pemanenan, penggiliran tebu, hingga produksi.

“Kami tidak lagi melakukan produksi sejak Senin (17/7). Sebenarnya kericuhan sudah terjadi pada Minggu (15/7) malam dan berlanjut hingga keesokan harinya. Daripada terjadi yang tidak diinginkan, terpaksa produksi dihentikan sementara,” ujar Humas PTPN VII unit usaha Cinta Manis, Hamid.

Menurut dia, penghentian produksi dilakukan tanpa batasan waktu dengan asumsi melihat situasi di lapangan. Tidak berjalannya operasional PTPN VII secara otomatis berimbas terhadap waktu kerja karyawan dan buruh lepas.

Mereka belum bisa memastikan berapa besar angka kerugian PTPN selama tidak berproduksi. Pastinya karyawan baru akan bekerja apabila situasi dan kondisi membaik dan aman. Saat ini sejumlah personel kepolisian dengan persenjataan lengkap masih melakukan penjagaan di kawasan PTPN VII.

“Akibat tidak melakukan produksi, berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan gula area Sumsel. Apalagi saat ini memasuki Ramadan dan Lebaran, tentunya konsumsi gula meningkat, sedangkan persediaan berkurang,” tuturnya.

Sementara itu, kondisi Rusdi Tahar, anggota DPRD Sumsel yang dipukul aparat sudah membaik. Korban dirawat di RS RK Charitas Palembang kamar 502. Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Edward Jaya bersama rombongan membesuk rekan kerjanya. Kunjungan ini sekaligus untuk mengetahui duduk perkara pecahnya bentrokan. Dikabarkan Rusdi sempat ditangkap atau diamankan oleh pihak kepolisian.

"Ada sejumlah luka di bagian wajah dan sekujur tubuh. Tapi sudah terlihat cukup baik. Kami juga mendengar langsung cerita yang sebenarnya terjadi di lokasi yang menyebabkan anggota kami menjadi korban pada saat pecah aksi massa di PTPN VII Cinta Manis," tutur Edward.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 21 April 2014 00:00:00 WIB

Tahanan Wanita Kabur dari Penjara

, 21 April 2014 00:00:00 WIB

Remaja Kabur dengan Bersembunyi di Roda Pesawat