Kampanye Capres Resahkan Presiden
Vidi Batlolone | Jumat, 20 Juli 2012 - 15:25 WIB
: 274


(dok/ist)
Ada isyarat penggantian menteri-menteri yang membangkang.

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy menilai bahwa sikap tegas Presiden sehubungan dengan menteri-menteri yang tidak bisa membagi waktu antara tugas negara dengan partai merupakan bentuk keresahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Keresahan ini menurutnya bersangkutan dengan partai politik yang sudah mulai mengumumkan calon presiden dan calon wakil presiden untuk 2014 nanti. “Presiden resah karena menteri-menteri dari partai tersebut sudah mulai melakukan kampanye secara intensif,” ujarnya ketika dihubungi, Jumat (20/7) di Jakarta.

Ia menambahkan, Presiden tidak akan memundurkan anggota kabinetnya demi menjaga kesantunan. Sementara itu tidak ada kultur mengundurkan malu dan mengundurkan diri dalam politik Indonesia. “Presiden merasa terganggu dengan kampanye partai yang menghambat tugas-tugas negara,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Yudhoyono dalam rapat kabinet di Kantornya, Kamis (19/7), memberi isyarat akan mengganti menteri yang membangkang yaitu menteri-menteri yang tidak bisa membagi waktu dan kewenangan antara tugas partai dan negara. Presiden meminta menteri jangan meremehkan hal ini.

"Saya ingin bersama-sama sampai masa bakti kabinet ini tahun 2014. Tetapi berpulang kepada kita semua, berpulang kepada saudara semua, apakah bisa sama-sama menjaga amanah. Apakah bisa tidak tergoda untuk meladeni yang aneh," katanya.

Situasi Memanas

Menurutnya, menjelang pemilu situasi politik bakal semakin memanas. Hal itu wajar dalam dinamika demokrasi. Namun menteri-menteri yang berasal dari partai politik harus tetap memprioritaskan tugas pemerintahannya ketimbang tugas politik dari partai.

"Bagi saudara yang memang tidak bisa membagi waktu dan harus menyukseskan tugas politik parpol mana pun, saya persilakan baik-baik untuk mengundurkan diri," katanya.

Menurut dia, menteri yang berasal dari partai politik tentu memiliki tugas politik. Namun demikian tugas utama di pemerintahan jangan sampai ditinggalkan. "Sekali lagi saya ingatkan jangan tinggalkan tugas utama kita, tugas pokok kita, sumpah kita untuk memperioritaskan tugas-tugas pemerintahan," ujarnya.

Presiden mengatakan, akan menerima menteri yang mengajukan pengunduran diri karena punya tanggung jawab politik. "Kalau itu memang pilihan dan tujuannya jelas, saya tidak bisa halang-halangi," kata Presiden.

Namun Presiden juga bakal menyampaikan terima kasih kepada menteri yang punya tugas politik, namun tetap dapat menyelesaikan tugas-tugas pemerintahannya.

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menyatakan peringatan itu sangat keras ditujukan kepada menteri. Namun dia cukup senang dengan apa yang disampaikan Presiden.

"Itu keras ya, sangat keras, tapi saya sangat senang Bapak Presiden sampaikan seperti itu," tuturnya.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, pesan Presiden itu sangat bagus agar para menteri bisa konsentrasi kepada tugas pemerintahan.

"Intinya harus konsentrasi penuh ke pemerintahan. Kaya kita gini harus fokus ke pemerintahan, poltik ya lima tahunan," kata Muhaimin yang juga merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 00 0000 00:00:00 WIB

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

PPP Maju Kena Mundur Kena