Mendag Sidak Pasar, Harga Tetap Melonjak
CR-27 | Jumat, 20 Juli 2012 - 15:31 WIB
: 389


(SH/Edy Wahyudi)
Trend ini selalu muncul menjelang puasa.

JAKARTA – Hingga minggu ketiga Juli 2012 harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat melonjak, di antaranya daging ayam broiler (4,75 persen), daging sapi (2,05 persen), telur ayam ras (0,92 persen), dan beras kualitas medium (0,59 persen) masing-masing menjadi Rp 28.298 per kilogram (kg), Rp 76.957 per kg, Rp 18.586 per kg, dan Rp 7.997 per kg.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan, di antaranya cabai merah keriting (8,51 persen) menjadi Rp 25.824 per kg, telur ayam kampung (8,07 persen) menjadi Rp 35.077 per kg, bawang merah (5,86 persen) menjadi Rp 14.765 per kg, daging ayam kampung (2,95 persen) menjadi Rp 47.705 per kg, minyak goreng curah (1,31 persen) menjadi Rp 11.216 per kg, gula pasir (1,01 persen) menjadi Rp 12.974 per kg, dan cabai merah biasa (0,50 persen) menjadi Rp 26.306 per kg.

Hal itu diungkap Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo saat mendampingi Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan, Jumat (20/7), mengunjungi Pasar Tomang Barat (Pasar Kopro), Jakarta Barat.

Kunjungan itu untuk memantau harga kebutuhan pokok selama Ramadan dan Lebaran 2012. Sebelumya, Mendag juga telah mengunjungi Pasar Santa, Pasar Induk Kramat Jati, dan Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang selama dua hari lalu.

Mendag mengatakan, pemerintah berkomitmen secara intensif memantau perkembangan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar selama bulan puasa dan Lebaran. Tujuannya, yang mulai langka akan segera dipasok pemerintah.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang ada di Pasar Kopro agar selama bulan puasa dan Lebaran tidak melakukan pembelian bahan kebutuhan pokok secara berlebihan. “Pembelian yang berlebihan akan memicu kenaikan harga. Masyarakat seharusnya tidak perlu khawatir karena pemerintah akan terus menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok,” ujarnya.

Gita mengharapkan agar masyarakat dapat merubah pola konsumsinya. Sebaiknya masyarakat tidak mengonsumsi gula atau beras secara berlebihan karena ini akan memicu kenaikan harga komoditas tersebut. Selain itu, kelebihan konsumsi suatu bahan pangan tertentu juga sangat tidak menguntungkan bagi kesehatan.

Hal penting lainnya adalah adanya sistem pertukaran informasi antara masyarakat yang terdiri dari pedagang dan pembeli dan pemerintah mengenai ketersediaan bahan pokok di titik-titik distribusi.

“Masyarakat perlu secara aktif memberitahu kami jika terjadi kelangkaan di titik-titik tertentu agar kami dapat segera berkoordinasi dengan para pelaku usaha untuk mengisi kekosongan tersebut,” ujarnya.

Gita menyadari adanya beberapa bahan kebutuhan pokok di tingkat nasional yang mengalami kenaikan. Namun, Mendag akan terus mengupayakan agar kenaikan tersebut dapat diminimalkan dengan memantau harga dan pasokan secara terus-menerus.

Pemerintah dan para pelaku usaha, menurutnya, juga telah mempersiapkan sejumlah pasar murah untuk digelar selama bulan puasa di hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 00 0000 00:00:00 WIB

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Liverpool Bakal Belanja Besar