Upaya Tekan Tingkat Kecelakaan Minim
Ellen Piri | Jumat, 20 Juli 2012 - 15:37 WIB
: 508


(dok/SH)
Setiap pengguna jalan harus berhati-hati dan tidak melanggar peraturan lalu lintas.

JAKARTA - Dalam dua pekan mendatang, angkutan mudik Lebaran akan kembali berlangsung. Dari tahun ke tahun, antrean kemacetan kendaraan saat arus mudik maupun balik, serta ancaman kecelakaan di jalan masih menjadi momok masyarakat.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (Sekjen MTI) Ellen Tangkudung kepada SH, Jumat (20/7) pagi mengatakan, persoalan kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran sulit dihindari. Dengan volume kendaraan yang sangat tinggi, sedangkan kapasitas jalan yang sangat terbatas, kemacetan pasti akan terjadi.

"Namun, hal ini (kemacetan) bukanlah yang menjadi concern semata. Tingginya angka kecelakaan selama musim mudik dan arus balik Lebaran-lah yang menjadi hal krusial. Ini bukan persoalan statistik tetapi menyangkut keselamatan jiwa manusia," ujarnya.

Dia menilai, hingga saat ini belum ada terobosan berarti dari regulator transportasi dalam mengantisipasi atau menekan tingginya kecelakaan.

"Menambah kapasitas kereta api atau mengalihkan pengangkutan sepeda motor dengan kapal laut sebagai kontributor kecelakaan terbanyak memang telah disiapkan. Namun Pemerintah harus benar-benar mempunyai target dan upaya konkret dalam mencegah kecelakaan," ujarnya.

Kendati tahun lalu jumlah korban jiwa kecelakaan selama mudik dan arus balik diklaim relatif turun, tetapi tetap saja jumlah kejadian kecelakaan meningkat. "Karena itu harus ada kebijakan konkret yang bisa mengubah atau mengurangi tingginya angka kecelakaan," katanya.

Terkait kemacetan, kata Ellen, memang akan sulit dihindari. Namun, pemerintah bisa mengondisikan mudik aman, selamat, dan nyaman dengan meningkatkan jumlah personel keamanan di lapangan yang senantiasa mengawasi setiap titik perjalanan yang akan dilalui pemudik. Petugas dan pengaturan rambu-rambu lalu lintas yang selalu standby di jalan sangat penting bagi pengemudi.

Kesiapan Infrastruktur

Dirjen Bina Marga, Djoko Muryanto di sela jumpa pers Kesiapan Jalan Nasional Hadapi Arus Lebaran, di Jakarta, Kamis (19/7) siang mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan, dan Kepolisian RI berkoordinasi untuk kesiapan infrastruktur jalan, perhubungan, serta pengaturan lalu lintas. Untuk kesiapan infrastruktur jalan, Kementerian PU berjanji akan mengakselerasi proses perbaikan jalan yang akan dilewati arus mudik dan arus balik lintas Jawa.

Djoko mengatakan, pada H-10, perbaikan jalan ditargetkan akan selesai sehingga tidak ada lagi proses pekerjaan fisik yang berpotensi mengganggu kelancaran arus. Pada H-7, kondisi dari jalan lintas Jawa tersebut diyakini kondisinya 95 persen fungsional dan siap dilintasi oleh para pemudik. Untuk jalur Pantura, Jawa Barat, secara umum jalan tersebut sudah 80 persen siap menghadapi arus mudik.

Perbaikan jalan nasional sepanjang 38.000 kilometer (km), termasuk Pantura, memang selalu dilakukan sepanjang tahun sebagai bentuk rekonstruksi jalan dan pemeliharaan rutin. Kendati demikian, Djoko mengutarakan, masih ada jalan yang perlu diperbaiki di jalur mudik Pantura, misalnya di ruas jalan Ciregol. Menurutnya, ruas jalan ini tidak akan sepenuhnya terselesaikan pada H-10.

Menurutnya, perbaikan jalan Ciregol akan dilakukan sementara dengan melapisi ruas jalan. Untuk penyelesaiannya, jalan ini akan dipatenkan beberapa hari setelah Lebaran. "Ciregol sementara baru kita lapis, setelah Lebaran kita akan permanenkan. "Pokoknya Pantura Jawa ditargetkan H-10 selesai dan tidak ada pekerjaan di lapangan," katanya.

Jalan Pantai Utara sepanjang 1.182 km pada 2012 mendapat anggaran senilai Rp 1,03 triliun. Sebagai koridor utama di Pulau Jawa, Pantura menanggung beban yang cukup berat. Jumlah lalu lintas kendaraan per hari di Pantura mencapai 48.000, ditambah kendaraan yang membawa beban melebihi batas muatan sumbu terberat sebesar 10 ton.

Seperti tahun lalu, kendaraan arus mudik akan terganggu dengan keberadaan pasar tumpah yang terdapat 25 lokasi di sepanjang Pantura. Untuk mengatasi itu, PU akan berkoordinasi dengan pemda setempat.

Hal lain yang mendapat perhatian adalah terdapatnya 21 titik rawan longsor dan 19 spot rawan banjir di sepanjang Pantura. Karena itu, PU akan menyiagakan kendaraan berat selama Lebaran.

Selain Pantura, PU juga mempersiapkan jalur arus mudik di Sumatera, baik lintas timur (2.756 km), lintas tengah (2.420 km), maupun lintas barat (2.490 km). Serupa dengan kondisi di Jawa, pada lintas Sumatera juga terdapat beberapa lokasi yang rawan bencana berupa longsor, seperti di Sumatera Utara 10 titik, Bengkulu 2 titik, Sumatera Selatan 4 titik, Jambi 3 titik, dan Lampung 4 titik.

Mudik Gratis

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, pada musim mudik Lebaran tahun ini, pemerintah memprediksi jumlah pemudik dengan sepeda motor akan meningkat 6,16 persen menjadi 2,514 juta kendaraan dibanding tahun lalu 2,368 juta kendaraan. Jumlah mobil pribadi diprediksi meningkat 5,60 persen, sebesar 1,605 juta kendaraan, dibandingkan tahun lalu 1,520 juta kendaraan.

Mangindaan mengatakan, sebagian besar kecelakaan lalu lintas pada saat mudik adalah pengendara sepeda motor. Dari total jumlah kecelakaan lalu lintas selama 2011, sekitar 72 persen atau 120.226 kejadian disebabkan dari penggunaan kendaraan roda dua.

Salah satu perusahaan BUMN yang telah mengadakan program mudik gratis adalah PT Jasa Raharja (JR). JR menyiapkan 300 bus untuk penumpang dan 300 truk untuk mengangkut sepeda motor.

Pemerintah juga telah menggandeng PT Pelni untuk mengadakan mudik gratis melalui kapal laut khusus bagi pengguna sepeda motor. Rute yang dilayani masih sama seperti tahun lalu, yaitu dari Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta) menuju Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang) dan Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya).

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Tunjung Inderawan mengatakan, tahun ini PT Kereta Api Indonesia memang tidak memberikan fasilitas angkutan gerbong khusus sepeda motor seperti tahun sebelumnya.

Kemenhub tahun ini memperkirakan jumlah pemudik untuk angkutan Lebaran 2012 dapat mencapai 15,123 juta penumpang. Prediksi jumlah pemudik melalui angkutan jalan sebesar 5,596 juta penumpang, meningkat sekitar 1,3 persen dari 5,524 juta penumpang pada 2011.

Untuk angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP), diperkirakan meningkat sekitar 4,2 persen, dari 3,384 juta penumpang untuk 2012, dari sebelumnya 3,247 juta pada 2011. Jasa angkutan kereta api diperkirakan akan naik 16,32 persen dari 1,904 juta menjadi 2,215 juta penumpang.

Untuk moda transportasi laut, pemerintah memperkirakan akan meningkat sekitar 1,5 persen yaitu dari 1,457 juta jiwa pada 2011, menjadi 1,530 juta jiwa tahun ini. Untuk angkutan udara, diperkirakan tahun ini akan meningkat sekitar 10 persen, dari 2,987 juta penumpang, naik menjadi 3,285 juta penumpang.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN