Keluarga Zulkarnaen Djabbar Terima Aliran Dana
Diamanty Meiliana | Jumat, 20 Juli 2012 - 15:40 WIB
: 217


(dok/antara)
KPK akan segera memanggil keluarga Zulkarnaen Djabbar.

JAKARTA - Hingga kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum juga memeriksa anggota Komisi VIII Zulkarnaen Djabbar selaku tersangka kasus dugaan suap pada pembahasan anggaran tiga proyek di Kementerian Agama (Kemenag). Seharusnya Zulkarnaen Djabbar diperiksa hari ini, Jumat (20/7).

"Sudah dipastikan tidak jadi," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi, Kamis (19/7). Padahal sebelumnya KPK sudah mengirimkan surat pemanggilan pemeriksaan pada Selasa (17/7) lalu.

Tidak hanya Zulkarnaen, putranya yang bernama Dendi Prasetya juga belum dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka. Seperti yang diketahui, Dendi bersama ayahnya diduga menerima suap dalam pembahasan anggaran Alquran dan laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah di Kemenag.

Secara terpisah, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan bahwa pihaknya menemukan aliran dana ke pihak keluarga Zulkarnain. Walaupun begitu dia enggan untuk menyebutkan nilainya.

"Kita sudah kirimkan kepada KPK, tidak hanya kepada orang itu (Zulkarnaen menerima aliran uang-red) tapi ada keluarganya yang lain. Saya tidak bisa sebut karena KPK sedang dalami," ujarnya.

Modus kasus yang melibatkan ayah dan anak ini, kata Yusuf, tidak jauh berbeda dengan kasus-kasus korupsi lainnya yang sedang ditangani KPK. Menurutnya, transaksi mencurigakan yang dilakukan menggunakan sistem penarikan dan pemberian tunai.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Zulkarnaen dilakukan apabila peyelidikan terhadap saksi sudah mencukupi. Dia memastikan bahwa setelah pemeriksaan pertamanya, Zulkarnaen akan ditahan.

"Pak Zulkarnaen Djabbar itu (akan dipanggil) nanti setelah pemeriksaan saksi-saksi cukup, baru kami akan panggil dan tahan, biasanya begitu," ungkapnya, Rabu (18/7).

Seperti diketahui, KPK menemukan dugaan suap pada pembahasan anggaran tiga proyek di Kementerian Agama, antara lain proyek pengadaan laboratorium untuk madrasah tsanawiyah tahun 2011 senilai Rp 31 miliar, pengadaan Alquran tahun 2011 senilai Rp 20 miliar, dan pengadaan Alquran tahun 2012.

Zulkarnaen dan Dendi diduga menerima uang sekitar Rp 4 miliar terkait tiga proyek tersebut. Uang suap berasal dari para rekanan proyek pengadaan di Kemenag. Suap dimaksudkan agar Zulkarnaen bisa mengarahkan nilai anggaran proyek di Kemenag.

Zulkarnaen diduga mengarahkan petugas di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam untuk berkoordinasi dengan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia (PT A3I) dalam pengadaan Alquran tersebut.

Tak hanya itu, Zulkarnaen juga diduga mengarahkan petugas di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) untuk mengamankan proyek laboratorium tadi dengan PT BKM. Tiga perusahaan ini, kata Ketua KPK Abraham Samad, merupakan perusahaan milik kerabat Zulkarnaen.

Tersangka Zulkarnaen dan Dendi diduga melanggar Pasal 5 Ayat 2, Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 UU. Pasangan bapak dan anak tersebut terancam pidana dengan hukuman penjara paling lama 20 tahun.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

 Peringati Hari Bumi, Aktivis Gelindingkan Bola Bumi di Jalan

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

Sekretaris KPU Bawa Pisau ke Rapat Pleno