Mengaku Dosa dalam Obituari
Albertina S.C. | Jumat, 20 Juli 2012 - 17:21 WIB
: 603


(Val Patterson dan Mary Jane./msnbc.com)
Seorang pria menulis obituari sendiri dan mengakui belum bergelar Ph.D dan mencuri diam-diam.

UTAH – Biasanya obituari ditulis setelah seseorang meninggal. Tapi, seorang pria di Amerika Serikat, menulis sendiri obituarinya sebelum dia meninggal dunia. Dalam obituarinya, dia mengungkapkan fakta-fakta yang dia sembunyinkan selama hidupnya.

Menurut msnbc.com, Rabu (18/7), Dr. Val Patterson, Ph.D., menggunakan obituarinya untuk memberitahukan pada semua orang bahwa dia tidak benar-benar bergelar PhD. Dia juga telah mencuri uang perusahaannya selama beberapa dekade silam.

Warga Utah ini meninggal dunia di usia 59 tahun pada 10 Juli silam. Dia mempersiapkan obituarinya yang diterbitkan dalam rubrik obituari Salt Lake Tribune, Minggu (16/7).

Dia mengambarkan dirinya tumbuh dan besar di Salt Lake City. Di kota ini dia bertemu dengan cinta dalam hidupnya, bepergian, dan menghabiskan waktu-waktu yang indah. 

Tapi, dia juga menggunakan tulisan ini untuk membersihkan hati  nuraninya.

“Saya mau mengaku dosa dan hal-hal yang harus saya katakan sekarang,” Petterson menulis.

 "Saya benar-benar TIDAK bergelar PhD. Yang terjadi adalah hari itu saya pergi melunasi pinjaman mahasiswa saya di [Universitas Utah]. Gadis yang bekerja di sana memberikan saya tanda terima dalam tumpukan arsip yang salah. Dan, dua minggu kemudian, ijazah Ph.D datang melalui pos. Saya bahkan tidak lulus, saya hanya kuliah sekitar tiga tahun di perguruan tinggi," dia menulis. "Saya bahkan tidak pernah mempelajari apa singkatan dari 'PhD'.”

Para insinyur yang bekerja sama dengan dirinya juga tidak tahu bahwa Patterson belum bergelar doktor. Kepada mereka, Patterson mengatakan, "Maaf, tapi Anda harus mengakui desain saya selalu bekerja sangat baik. "

Patterson yang menderita kanker tenggorokan ini juga berterus terang telah mencuri diam-diam dari sebuah penginapan pada 1971.

"Saya bisa saja menutupi ini, tapi saya ingin semua ini keluar dari dada saya, " dia menulis.

Meski obituari ini ditulis dengan nada jenaka, ketika berbicara tentang istrinya yang “luar biasa” Mary Jane, tidak ada guyonan sama sekali.

"Penyesalan saya adalah bahwa waktu muda saya merokok tanpa ampun dan ketika saya tahu itu buruk bagi saya," tulis dia. "Saya telah merampok Mary Jane tercintaku satu dekade atau lebih hingga kita berdua menjadi tua bersama dan menertawakan ribuan hal sederhana yang menyenangkan kita."
 
Dalam percakapan telepon dengan NBC News pada Rabu, Mary Jane Patterson, 50, tertawa saat berbicara tentang suaminya ketika berusia 33 tahun. Jane mengenang suaminya sebagai pria cerdas yang unggul dalam pertukangan, seni, elektronik--dan membuat orang tersenyum.

"Hanya ada satu Val," kata Jane. "Dia memiliki selera humor. Jika Anda mengenal dia, Anda hanya akan histeris."

Pasangan itu menghabiskan delapan tahun bekerja untuk sebuah perusahaan minyak di Arab Saudi. Kemudian mereka kembali ke kota asal mereka di Salt Lake City pada 1988. Selama bertahun-tahun, Val bekerja sebagai desainer papan sirkuit, insinyur elektronik, dan konsultan.

Soal Ph.D., Mary Jane  mengatakan, “Dia bahkan tidak lulus dari perguruan tinggi karena ingin berhenti dan membuktikan pada dirinya sendiri bahwa dia tidak perlu gelar agar pintu terbuka untuk dirinya," kata Mary Jane.

Meskipun demikian, pihak kampus terus mengirimkan surat-surat alumni selama bertahun-tahun yang ditujukan kepada "Dr Val Patterson, Ph.D."

"Kami hanya tertawa. Dan memang benar apa yang dia katakan. Dia bahkan tidak tahu apa singkatannya," kata Mary Jane. "Dia tidak pernah menggunakan itu untuk keuntungan, untuk mendapatkan pekerjaan atau apapun. Bahkan, dia bangga dengan fakta bahwa bakat elektroniknya sangat baik sehingga dia tidak membutuhkan gelar itu."

 Mary tahu rencana Val untuk menulis obituarinya sendiri sebelum meninggal. Dan, Mary Jane setuju dan berjanji tidak akan mengubah satu kata pun.

"Saya tidak keberatan sama sekali. Dia begitu terorganisir," kata Mary Jane. "Dia tidak pernah meminta bantuan orang-orang. Dia melakukan segalanya sendiri.. Dia tidak pernah ingin membebani siapa pun."

Starks Funeral Parlor, tempat "perayaan kehidupan" yang dibuat untuk Patterson (yang mendorong para pembacanya datang dengan busana kasual) dibanjiri surat elektronik, panggilan telepon, dan pesan-pesan di Facebook sejak berita kematian ini dipublikasikan.

"Ini tidak nyata. Ini sesuatu yang indah. Kami tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya," kata Brady Gamble, Direktur Pemakaman Starks di Salt Lake City, kepada NBC News.

"Pernah ada keluarga yang menulis berita kematian mereka sendiri, tapi sangat langka bagi seseorang untuk menulis seperti ini dan menjadi inspirasi dan begitu menarik," kata Gamble.

Halaman Facebook Starks Funeral Parlor Facebook, juga dibanjiri komentar. Pesan dukacita mengalir deras.
Untuk istri dan keluarga yang ditinggalkan, saya tahu dia

Seseorang berkomentar, "Saya pribadi tidak mengenal dia, tapi dari obituarinya, dia kelihatan seperti tipe orang yang ingin saya jadikan teman. Mary Jane, Anda adalah sukacita dalam dirinya dia pasti adalah pria yang luar biasa, peduli, dan penuh kasih.”

Gamble percaya kejujuran Patterson dalam obituari yang ditulis menjelang ajalnya akan menyentuh hati banyak orang.

"Dia ingin menyampaikan cintanya kepada istrinya dan penyesalan karena tidak bisa menghabiskan beberapa tahun lagi dengan dia," kata Gamble. "Saya belum berbicara langsung dengan [Maria Jane], tapi saya sudah mendengar ini sangat luar biasa bagi dia.”

Mary Jane mengatakan sebagai orang yang kehilangan orang yang dicintai,dia merasa tidak enak saat mencoba mengakses situs Starks.

"Val, apa yang kamu lakukan?" dia bercanda.

Patterson juga meninggalkan seorang ibu dan saudara laki-laki.

Untuk para pembacanya, Patterson berpesan: "Jika Anda ingin hidup selamanya, jangan berhenti bernapas, seperti yang saya lakukan."
 
(Foto:Dok/mandatory dan comenthuzed.com)
Sumber : msnbc.com

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN