Terapi Kagum Mengatasi Stres
Albertina S.C. | Senin, 23 Juli 2012 - 11:14 WIB
: 576


(Pengalaman kagum dari pantai./Fehan Oan)
Mengagumi sesuatu dalam diam dapat mengatasi efek stres akibat kehidupan modern yang serba cepat.

JAKARTA – Saat-saat ternganga tanpa kata-kata menikmati atau mengagumi sesuatu benar-benar dapat menciptakan waktu untuk berdiam diri. Atau paling tidak dapat memperlambat waktu ketika Anda merasa berada dalam tekanan dari kanan dan kiri akibat kehidupan modern yang serba cepat.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science, mengutip The Telegraph, Minggu (22/7), menunjukkan, meningkatkan prospek “terapi kagum” dapat mengatasi efek stres di dunia serba instan seperti sekarang ini. Menempatkan pikiran Anda saat ini pada kekaguman tampaknya akan memperlambat waktu yang Anda rasakan.

Kagum adalah emosi yang dirasakan ketika menemukan sesuatu yang begitu luas dan besar yang mengubah perspektif mental seseorang. Contohnya, mungkin dengan menatap pemandangan Grand Canyon di Amerika Serikat, Danau Toba di Sumatra Utara, matahari terbenam, atau menatap layar gelap langit bertaburan bintang cemerlang.

Pengalaman "kagum" biasa juga dapat meningkatkan kesehatan mental kita dan membuat kita menjadi orang yang lebih menyenangkan, para psikolog mengklaim.

Studi pada kelompok relawan menunjukkan bahwa orang yang memiliki pengalaman untuk mengagumi sesuatu merasa mereka memiliki lebih banyak waktu luang. Ini membuat mereka menjadi lebih sabar, kurang materialistis, dan lebih bersedia memberikan waktu untuk membantu orang lain.

Para peneliti yang dipimpin oleh Melanie Rudd dari Universitas Stanford di California, Amerika Serikat, menyimpulkan: "Orang semakin banyak yang melaporkan merasa kekurangan waktu, yang menjadi jalan tol menuju kesehatan dan kesejahteraan.”

Rudd menambahkan, “Gambaran pada penelitian menunjukkan bahwa berada dalam waktu sekarang memperpanjang persepsi waktu, kami memprediksikan dan menemukan bahwa kekaguman alami, relatif terhadap kemegahan, membuat orang merasa memiliki lebih banyak waktu yang tersedia dan ketidaksabaran mereka berkurang.”

Selain itu, lanjut Rudd, “Dengan mengubah persepsi waktu, merasa kagum membawa peserta pada keinginan yang lebih kuat untuk menghabiskan waktu membantu orang lain dan terlibat dalam pengalaman-pengalaman yang baik dibandingkan materi belaka.”

"Dosis kecil kekaguman bahkan sesaat memberi peserta dorongan kepuasaan hidup. Ini juga berimplikasi terhadap bagaimana orang menghabiskan waktu mereka dan menggarisbawahi betapa penting dan menjanjikannya mengembangkan kekaguman dalam kehidupan sehari-hari," ucap Rudd.

Para peneliti melakukan serangkaian percobaan untuk membandingkan efek dari kekaguman dan kebahagiaan.

Satu kelompok relawan menonton baik video "mengagumkan" yang menggambarkan orang-orang biasa di jalan-jalan kota maupun taman dengan "gambaran mental yang luar biasa dan tampak realistis" seperti air terjun, ikan paus, dan astronot di ruang angkasa.

Sedangkan relawan lain menonton video "kebahagiaan" yang memperlihatkan warna yang menyentuh air dan para senyum, orang-orang gembira dengan pakaian berwarna cerah dan melambai-lambaikan bendera.

Dalam percobaan lain, peserta menulis kenangan mereka tentang pengalaman mengagumkan atau bahagia, dan membaca cerita tentang memanjat Eiffel dan memandangi Kota Paris dari atas menara Prancis itu.

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan perasaan "kekurangan waktu" dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi serta sakit kepala, sakit perut dan kualitas tidur yang buruk.

Tekanan waktu juga terkait dengan menyantap makanan cepat saji yang tidak sehat dan gagal terlibat dalam pengalaman rekreasi dan depresi.

Peneliti menambahkan: "Studi kami menunjukkan bahwa ... kekaguman dapat timbul dengan menyusuri jalan-jalan penuh kenangan, dari kisah singkat, atau bahkan iklan komersial 60 detik.”

"Karena itu, memunculkan pengalaman kekaguman mungkin menawarkan satu solusi efektif terhadap perasaan lapar waktu yang menjangkiti begitu banyak orang di kehidupan modern," pungkas Rudd.
Sumber : The Telegraph

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 25 April 2014 00:00:00 WIB

Enam DPD Yang Tidak Lapor LDK

, 25 April 2014 00:00:00 WIB

Moncong Putih Rajai Kursi Dewan di Palembang dan Sumsel