Profesionalisme Kejaksaan Jangan Hanya Retorika
Ninuk Cucu Suwanti | Senin, 23 Juli 2012 - 14:50 WIB
: 267


(dok/)
Masih banyak mafia kasus berkeliaran di kejaksaan.

JAKARTA - Jaksa Agung Basrief Arief meminta jajaran kejaksaan meningkatkan integritas dan profesionalisme dalam mewujudkan setiap pelaksanaan tugas dan wewenang. Dengan demikian, upaya penegakan hukum bisa membuahkan hasil yang nyata.

"Tidak hanya bersifat retorika, tetapi secara sungguh-sungguh dapat dirasakan oleh masyarakat secara adil, taat asas, menjunjung tinggi HAM dan tidak diskriminatif," kata Basrief Arief usai upacara memperingati HUT Kejaksaan Agung, Minggu (22/7).

Menurutnya, dengan pelaksanaan tugas secara profesional dan berintegritas, diharapkan dapat memulihkan citra dan kredibilitas kejaksaan di mata masyarakat tahap demi tahap. Untuk itu, kata Basrief, menjaga kredibilitas bagi diri sendiri dan institusi merupakan hal wajib bagi insan Adhyaksa.

"Ketika kita ingin mengubah dunia maka harus dimulai dari diri kita sendiri. Demikian pula dengan penegakan hukum, harus disertai integritas, profesionalisme serta jiwa pengabdian yang pantang menyerah. Tanpa itu, penegakan hukum yang berkeadilan dan bermanfaat hanya akan menjadi utopia," ujar Basrief Arief.

Anggota DPR Komisi III Abu Bakar Al Habsy kepada SH mengatakan, kejaksaan harus mendapatkan kembali kepercayaan publik dalam penegakan hukum. Karena itu, bagi Abu Bakar Alhabsy pernyataan yang dituangkan Basrief Arief sangat tepat untuk membenahi kondisi internal kejaksaan saat ini.

"Saya lihat ada langkah strategis yang dilakukan Pak Basrief Arief untuk membenahi institusi yang dipimpinnya, di antaranya dengan penandatanganan pakta integritas. Beberapa waktu lalu Kejagung melakukan telekonferensi penandatanganan pakta integritas untuk seluruh kajari di Indonesia," kata Abu Bakar.

Sebaiknya, kata Abu Bakar, pakta integritas tidak hanya berhenti di level kajari, melainkan kepada semua level karena persoalan jaksa nakal tidak hanya ada pada level kajari.

"Beberapa waktu lalu ada laporan soal jaksa nakal yang melakukan pemerasan di Batam. Jaksa tersebut ditangkap polda, namun setelah semalam ditahan, jaksa tersebut diambil oleh kejati yang kemudian dipindahtugaskan ke NTB. Malah terdengar pula pembelaan dari petinggi gedung bundar. Saya kira ini adalah implementasi soliditas yang tidak benar," kata Abu Bakar.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN