Sri Paus Medoakan Olimpiade London
Albertina S.C. | Senin, 23 Juli 2012 - 16:24 WIB
: 496


(Mengangkat peran olahraga dalam masyarakat./kyivpost.com)
Pertandingan kehendak baik di ajang internasional dapat mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi.

VATIKAN CITY - Paus Benediktus XVI berdoa agar Olimpiade London mempromosikan perdamaian dunia dan persahabatan. Pesan dari Vatikan ini menekankan pentingnya memperbarui fokus perhatian pada peran positif olahraga dalam masyarakat.

"Dalam beberapa hari dari sekarang, Olimpiade akan dimulai di Inggris," kata Sri Paus dalam retret musim panas kepausan di Castel Gandolfo, Minggu (22/7). "Olimpiade adalah acara olahraga terbesar di dunia, di mana atlet dari setiap negara berpartisipasi, memberikan nilai simbolis yang kuat."

Sri Paus mendoakan ajang itu dalam semangat panggilan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk gencatan senjata di semua negara selama 27 Juli - 12 Agustus. Pertandingan "kehendak baik yang dihasilkan oleh peristiwa olahraga internasional ini dapat berbuah, mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi di seluruh dunia."

Dalam pesan yang ditujukan kepada semua atlet ini, pemimpin umat Katolik dunia ini juga menyinggung Olimpiade yang digelar ketika sedang terjadi perang saudara di Suria dan Amerika Serikat sedang berupaya mengatasi ledakan kekerasan senjata yang mematikan.

Pesan ini mungkin baru, tapi olahraga sudah lama menjadi andalan Vatikan. Pertandingan sepak bola pertama dimainkan di Istana Apostolik pada 1521. Setiap tahun, Pasukan Penjaga Swiss berlaga melawan staf dari Museum Vatikan di sebuah turnamen.

Film baru, "100 Meters From Paradise"  tentang tim Vatikan fiktif di Olimpiade London menjadi pembicaraan hangat di surat kabar Vatikan. Tapi, sebenarnya prospek skuad olahraga dari negara berdaulat paling imut di dunia ini di Olimpiade, sangat tipis.

Atlet Melimpah
Tentu saja, atlet di antara iman dan kardinal di Vatikan melimpah. Mendiang Paus Yohanes Paulus II adalah pemain dan penggemar berat ski. Sementara, Uskup  Georg Gaenswein, Sektretaris Pribadi, Paus Benediktus, terkenal sebagai pemain tenis. Kepala Bank Vatikan yang terakhir, Uskup Agung Paul Marcinkus, berada dalam lingkaran klub golf Roma. Pada zaman kuno juga banyak Paus yang gemar berolahraga.

Bahkan, tamu-tamu Vatikan juga menunjukkan kecakapan atletik mereka. Ketika diplomat asing mencari berlindung dalam Vatikan City selama pendudukan Perang Dunia II pada era pendudukan Jerman di Roma, Duta Besar China untuk Tahkta Suci berlatih mengayunkan golfnya di taman Vatikan, menurut foto-foto dalam buku baru "The Ears of the Vatican" oleh wartawan kawakan Vatikan, Bruno Bartoloni.

"Olahraga selalu dihargai dalam tradisi Kristen," kata Giovanni Maria Vian, editor surat kabar Vatikan, L'Osservatore Romano. Koran ini memberikan ruang yang cukup untuk pesan baru Paus Benediktus tentang kebaikan yang dapat dibawa olahraga dalam masyarakat.

Menurut Sri Paus, semangat kompetitif, kebugaran fisik, dan pencapaian pribadi adalah semua "nilai positif" yang telah gereja tanamkan sejak awal.

Baru bulan silam, kantor budaya Vatikan membuka departemen baru untuk "Budaya dan Olahraga" yang menegaskan bahwa dunia olahraga sedang membutuhkan perubahan "katarsis" untuk melawan cengekeraman spiral profesi yang didominasi oleh uang dan obat-obatan.

"Olahraga harus kembali menemukan aspek budaya, semangat yang mendalam, dan sekali lagi, menjadi titik referensi pendidikan untuk kaum muda," kata tsar olahraga Vatikan, Kardinal Gianfranco Ravasi, pada peluncuran kantor baru, yang bermitra dengan Departemen untuk Awam di Vatikan.
 
Titik Referensi
Paus Benediktus sendiri meluncurkan Yayasan Olahraga Yohanes Paulus II yang berbasis di London selama kunjungannya di Inggris pada 2010. Badan amal ini bertujuan "membangun karakter rohani melalui keunggulan dalam keterampilan olahraga dan kebugaran".

Dalam perkenalan CEO Yayasan, Uskup Vladimir Felzman, setahun kemudian, sang uskup mengaitkan antara pertumbuhan fisik, intelektual, emosional, dan spiritual sambil melakukan 75 push-up.

"Jika Anda mengerjakan sesuatu, Anda akan memperolehnya secara bertahap," kata Uskup Felzman soal kebugaran dirinya. "Kebajikan juga sama. Anda memulai dengan tidak sabar, tapi Anda belajar sabar."

Paus Benediktus memang lebih menjadi seorang akademisi ketimbang olahragawan. Tetapi, pria berusia 85 tahun ini juga ingin menyampaikan pesan tentang sport.

Dalam perhelatan sepakbola European Championships Ukraina dan Polandia, Sri Paus menyerukan agar semangat kompetitif menggantikan antagonisme, dan tim olahraga khususnya, dapat membantu menundukkan kecenderungan alami terhadap individualisme dan egoisme untuk kebaikan yang lebih besar.
Sumber : AP

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 21 April 2014 00:00:00 WIB

Tujuh Hal Yang Perlu Diketahui tentang Kanker

, 21 April 2014 00:00:00 WIB

Tiongkok Hapus Ratusan Situs Porno dan Akun Media Sosial