Wabah Bakteri Akibat Pemanasan Laut
Albertina S.C. | Selasa, 24 Juli 2012 - 10:04 WIB
: 186


(Dok/greenerideal.com)
Infeksi Vibro di Eropa utara mewabah bersamaan dengan pemanasan di Laut Baltik akibat ulah manusia.

LONDON – Perubahan iklim akibat perbuatan manusia adalah pendorong utama di balik munculnya kelompok bakteri tak terduga di Eropa utara yang dapat menyebabkan gastroenteritis. Demikian temuan baru yang dipaparkan sekelompok pakar internasional dalam jurnal Nature Climate Change yang dipublikasikan Minggu (22/7).

Para peneliti menyajikan beberapa bukti kuat pertama bahwa pola pemanasan yang terjadi di Laut Baltik berbarengan dengan kehadiran infeksi Vibrio di Eropa utara.

Vibrio adalah sekelompok bakteri yang biasanya tumbuh di lingkungan laut yang hangat dan tropis. Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai infeksi pada manusia, mulai dari kolera hingga gastroenteritis atau radang lambung dan usus. Infeksi ini terjadi pada saluran pencernaan, terutama pada lambung dan usus kecil yang berujung diare akut.  Radang lambung dan usus dapat terjadi lantaran menyantap kerang mentah atau tidak matang sempurna atau juga makanan yang terkontaminasi air laut.

Tim ilmuwan dari lembaga di Inggris, Finlandia, Spanyol, dan Amerika Serikat tersebut memeriksa catatan suhu permukaan laut dan data satelit, serta statistik kasus Vibrio di Baltik. Nah, dari sini, mereka menemukan bahwa angka dan distribusi kasus di daerah Laut Baltik sangat terkait dengan puncak temperatur permukaan laut. Setiap tahun suhu naik satu derajat, jumlah kasus vibrio naik hampir 200 persen.

"Peningkatan besar yang telah kita lihat dalam kasus-kasus selama tahun gelombang panas (..) cenderung menunjukkan bahwa perubahan iklim memang mendorong infeksi," ujar Craig Baker-Austin dari Centre for Environment, Fisheries and Aquaculture Science yang berbasis di Inggris, salah satu penulis penelitian, kepada Reuters.

Pemanasan Laut
Studi iklim menunjukkan bahwa meningkatnya emisi gas rumah kaca global yang membuat suhu permukaan rata-rata meningkat sekitar 0,17 derajat Celsius pada dekade 1980-2010.

Penelitian Vibrio yang difoksukan pada Laut Baltik, khususnya karena pemanasan pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni 0,063-0,078 derajat Celsius setiap tahun sejak 1982-2010 atau 6,3-7,8 derajat selama satu abad.

"(Ini) menggambarkan, untuk pengetahuan kita, pemanasan ekosistem laut tercepat yang sejauh ini diteliti di Bumi," kata laporan tersebut.

Banyak bakteri laut berkembang dalam air hangat, yang kadar garam lautnya rendah. Selain pemanasan, perubahan iklim telah menyebabkan curah hujan yang lebih sering dan lebih lebat, yang telah mengurangi kandungan garam dari muara dan lahan basah di pesisir.

Karena suhu laut terus meningkat dan laut di daerah pesisir wilayah utara menjadi kurang asin, strain bakteri Vibrio akan muncul di daerah baru, para ilmuwan mengatakan.

Wabah Vibrio juga muncul di daerah beriklim sedang dan dingin di Cile, Peru, Israel, barat laut Pasifik di Amerika Serikat, dan barat laut Spanyol. Semua ini dapat dikaitkan dengan pola pemanasan, para ilmuwan mengatakan.

"Sangat sedikit studi yang melihat risiko infeksi ini di lintang tinggi," kata Baker-Austin.

"Tentu saja kemungkinan terkena infeksi Vibrio dianggap relatif rendah, dan penelitian lebih difokuskan pada daerah endemik penyakit ini atau setidaknya lebih umum," dia menambahkan.

Sebelumnya, Vibrio mewabah di daerah dingin yang sering datang secara sporadis atau kondisi khusus, dibandingkan muncul akibat respons perubahan iklim jangka panjang. Ini terjadi karena dampak pemanasan global bisa lebih jelas pada lintang yang lebih tinggi dan di daerah yang tidak memiliki data rinci iklim historis, menurut studi tersebut.

Baker-Austin mengatakan ada kesadaran yang berkembang bahwa kaitan antara iklim dan kehadiran beberapa penyakit menular sangat erat. Tetapi, menurut dia, ada beberapa "celah data yang besar di wilayah ini yang membutuhkan pengamatan."
Sumber : Reuters

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Arema Siap Membungkam PBR

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Panwascam Diancam Dibunuh