Memerangi HIV dengan Ponsel
Rabu, 25 Juli 2012 - 15:55:30 WIB
(SMS untuk minum obat antiretroviral./iipdigital.ait.org.tw)Dengan skema sms, pengidap HIV positif makin patuh minum obat antiretroviral dua kali sehari.
KAMPALA - “Teman yang baik, jagalah kesehatan Anda dan ketika mendapat pesan ini Ada tahu bahwa inilah waktu Anda untuk minum obat.” Pesan ini masuk ke telepon seluler Stella Nayiga pada pagi dan malam untuk mengingatkan dia minum obat antiretroviralnya.
"Sebagai manusia Anda selalu bisa lupa untuk minum obat--mungkin tidak sepanjang hari, tapi terkadang untuk beberapa jam-- tetapi layanan ini benar-benar membantu Anda untuk mengingat," kata Nayiga kepada AFP, Selasa (24/7).
Perempuan berusia 28 tahun ini adalah penderita HIV (human immunodeficiency virus) yang juga pekerja kesehatan di pinggiran Kampala di Kawempe, Afrika. Dia terlibat dalam skema inovatif yang menggunakan handphone untuk membantu mengingatkan sekitar 400 pasien yang didiagnosis dengan virus penyerang kekebalan tubuh itu untuk memakai obat antiretroviral atau ARV secara teratur.
Ponsel untuk memerangi HIV ini adalah proyek kolaboratif antara sebuah klinik lokal dan organisisasi nonpemerintah asal Belanda. Program ini merupakan bagian dari upaya Uganda untuk memanfaatkan kekuatan teknologi seluler untuk membantu melawan HIV.
Mereka yang terlibat mengatakan bahwa pesan-pesan harian itu jelas bantuan besar agar tidak lupa minum obat.
"Kami melihat karena pesan dari ponsel, benar-benar ada perbaikan luar biasa dalam kepatuhan," kata Samuel Guma, Direktur Home Care Kawempe, yang mengelola klinik HIV.
Minum ARV dua kali sehari, membutuhkan tingkat kepatuhan minimal sekitar 95 persen untuk benar-benar efektif. Dan, dengan skema layanan pesan singkat (SMS) ini, jumlah orang yang setia minum obat meningkat dari 75 persen menjadi 90 persen.
"Jika lebih banyak orang minum obat mereka secara teratur, akan jauh lebih sedikit orang yang menulari, dan pada gilirannya kita bisa mulai melihat penurunan angka infeksi baru," kata Guma.
"Sebagai manusia Anda selalu bisa lupa untuk minum obat--mungkin tidak sepanjang hari, tapi terkadang untuk beberapa jam-- tetapi layanan ini benar-benar membantu Anda untuk mengingat," kata Nayiga kepada AFP, Selasa (24/7).
Perempuan berusia 28 tahun ini adalah penderita HIV (human immunodeficiency virus) yang juga pekerja kesehatan di pinggiran Kampala di Kawempe, Afrika. Dia terlibat dalam skema inovatif yang menggunakan handphone untuk membantu mengingatkan sekitar 400 pasien yang didiagnosis dengan virus penyerang kekebalan tubuh itu untuk memakai obat antiretroviral atau ARV secara teratur.
Ponsel untuk memerangi HIV ini adalah proyek kolaboratif antara sebuah klinik lokal dan organisisasi nonpemerintah asal Belanda. Program ini merupakan bagian dari upaya Uganda untuk memanfaatkan kekuatan teknologi seluler untuk membantu melawan HIV.
Mereka yang terlibat mengatakan bahwa pesan-pesan harian itu jelas bantuan besar agar tidak lupa minum obat.
"Kami melihat karena pesan dari ponsel, benar-benar ada perbaikan luar biasa dalam kepatuhan," kata Samuel Guma, Direktur Home Care Kawempe, yang mengelola klinik HIV.
Minum ARV dua kali sehari, membutuhkan tingkat kepatuhan minimal sekitar 95 persen untuk benar-benar efektif. Dan, dengan skema layanan pesan singkat (SMS) ini, jumlah orang yang setia minum obat meningkat dari 75 persen menjadi 90 persen.
"Jika lebih banyak orang minum obat mereka secara teratur, akan jauh lebih sedikit orang yang menulari, dan pada gilirannya kita bisa mulai melihat penurunan angka infeksi baru," kata Guma.
Sumber : AP/AFP
BERITA TERKAIT
- 77 Persen Populasi Dunia Punya Ponsel
- Pil Pencegah HIV Disetujui
- Praktik Injeksi Serampangan, Dokter Gigi Ditahan
- Pasien HIV Berisiko Terserang Jantung
- Menolak Label "Sampah HIV/AIDS"
0 Komentar :
Isi Komentar :






