300 Perajin Tahu Tempe Batang Terancam Bangkrut
Jumat, 27 Juli 2012 - 12:13 WIB
: 521


(Foto:dok/beritadaerah.com)
Kenaikan harga kedelai kini sudah mencapai Rp 8.000/kg.

BATANG - Sebanyak 300-an perajin tahu dan tempe Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini terancam bankrut akibat kenaikan harga kedelai yang kini sudah mencapai sekitar Rp8 ribu per kilogram.

Bendahara Primkopti Kabupaten Batang, Sopan di Batang, Jumat (27/7), mengatakan bahwa hingga memasuki minggu ke-empat harga kedelai di pasaran mencapai Rp7.800/ kg sehingga diperkirakan harga bahan makanan pendamping nasi ini akan naik lagi hingga Rp8 ribu/kg.

"Idealnya, harga kedelai di bawah Rp6 ribu/ kg sehingga perajin tahu dan tempe bisa mendapatkan keuntungan. Akan tetapi, akibat harga kedelai kini makin melambung maka kondisi tersebut mengancam perajin bangkrut," katanya.

Menurut dia, jumlah perajin tahu dan tempe di Batang yang masih bertahan berproduksi sebanyak 300-an orang tetapi kini jumlahnya terus merosot akibat terjadi kenaikan harga kedelai.

Pada kondisi normal, katanya, para perajin tahu dan tempe yang tergabung pada Primkopti Kabupaten Batang kebutuhan membutuhkan kedelai sekitar 315 ton per bulan.

Ia mengatakan bahwa selama ini pasokan kedelai masih cukup melimpah di pasaran tetapi harga bahan lauk-pauk ini tidak terkendali sehingga menyulitkan para perajin tahu dan tempe untuk berproduksi.

"Bagaimana kami bisa berproduksi jika harga kedelai terus melambung. Kami hanya bisa berharap harga kedelai bisa turun lagi karena jika terus melambung maka akan mengancam perajin tahu dan tempe gulung tikar," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batang, Ripyono mengatakan bahwa saat ini, Pemkab terus memantau kenaikan harga kedelai di pasaran.

"Memang, aterjadi kenaikan harga kedelai tetapi para perajin tahu dan tempe masih tetap berproduksi," katanya.
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Arema Siap Membungkam PBR

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Panwascam Diancam Dibunuh