MUI Haramkan Boraks dan Formalin untuk Makanan
Didit Ernanto | Jumat, 27 Juli 2012 - 14:54 WIB
: 164


(dok/ist)
Untuk menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat.

Bandung – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengeluarkan fatwa haram terhadap penggunaan boraks, formalin, rhodamin, serta zat kimia berbahaya lainnya dalam produk makanan.

Fatwa yang diharapkan terbit Agustus nanti ini didasarkan pada hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI ke-4 yang digelar di Tasikmalaya Jabar, awal Juli lalu.

Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI Jabar, Salim Umar, Komisi Fatwa MUI seluruh Indonesia dalam ijtima di Tasikmalaya sepakat mengharamkan penggunaan boraks, formalin, dan rhodamin dalam produk makanan. "Keputusan ijtima di Tasikmalaya itu hasilnya diteruskan MUI Pusat," ujar Salim di Bandung, Kamis (26/7).

Penggunaan boraks, formalin, maupun rhodamin dan zat kimia berbahaya lainnya pada produk makanan dianggap membahayakan kesehatan. Boraks, misalnya, merupakan bahan pengawet yang seharusnya terlarang untuk campuran makanan. Demikian pula formalin yang sehari-hari dipergunakan sebagai pengawet jenazah. Rhodamin pun seharusnya hanya dipakai untuk pewarna tekstil.

Ironisnya, zat kimia berbahaya itu justru banyak dipergunakan dalam produk makanan. Hal inilah yang menjadi pertimbangan MUI untuk segera mengeluarkan fatwa haram bagi makanan yang menggunakan boraks, formalin, atau zat kimia berbahaya lainnya.

Salim mengatakan, fatwa itu kini sedang digodok di MUI Pusat.  "Redaksionalnya yang sedang diperbaiki oleh MUI Pusat. Insya Allah Agustus sudah terbit fatwa haram itu," ujarnya.

Fatwa haram untuk boraks dan formalin pada produk makanan diklaim Salim belum pernah ada di negara Islam lainnya di dunia.

Jadi, fatwa MUI tersebut nantinya merupakan yang pertama yang diterbitkan di seluruh dunia. Masih adanya produk makanan menggunakan zat kimia berbahaya semisal boraks dan formalin dibenarkan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika (LPPOM) MUI Jabar, Oo Supriyana.

Menurut Oo, produk makanan yang mengandung zat kimia itu jelas berbahaya jika dikonsumsi. Penggunaan zat kimia berbahaya dalam produk makanan semata-mata hanya untuk tujuan memperoleh keuntungan besar. Padahal, cara itu dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN