Anak Ditenggelamkan dalam Air Mendidih
Albertina S.C. | Jumat, 27 Juli 2012 - 16:39 WIB
: 589


(Amaro dan keluarga Viana./omgghana.com)
Setelah kematian tragis orang tuanya, bocah berusia 12 tahun ditenggelamkan dalam air mendidih.

JOHANNESBURG – Seorang anak laki-laki berumur 12 tahun ditenggelamkan dalam bak mandi berisis air mendidih setelah melihat kematian tragis orang tuanya. Ibunya diperkosa dan dibunuh. Sedangkan ayahnya didor sampai tewas oleh tiga pria yang masuk ke rumahnya di selatan Johannesburg, Afrika Selatan.

Bocah bernama Amaro Jose Viana diikat sebelum ditenggelamkan agar tidak bisa mengidentifikasi penyerang keluarganya, menurut laporan pengadilan, seperti dikutip dari The Telegraph, Jumat (27/7).

Bocah Afsel keturunan Portugis tersebut menangis karena dipaksa menyaksikan ayahnya, Tony Viana, 53, diikat dan diserang dengan pisat berburu Panga. Sebelumnya, ibunya, Geraldine, ditembak dengan pistol ayahnya. Ayahnya juga ditembak mati dan perut anjing keluarganya dipotong dan dibiarkan menganga.

Rabu silam, Patrick Radebe, 24, tukang kebun keluarga, Sipho Mbele, 21, anak pekerja rumah tangga mereka, dan Sphiwe Motaung, 20, digiring kembali ke sel setelah Radebe dan Mbele mengaku bersalah atas tiga dakwaan pembunuhan dan satu pemerkosaan. Sementara Motaung mengaku bersalah atas tuduhan perampokan rumah.

Meskipun secara keseluruhan tingkat kejahatan di Afrika Selatan merosot, perampokan dengan kekerasan masih kerap terjadi. Namun, tingkat kebrutalan dalam kasus Walkerville yang terungkap dalam pengadilan regional di Vereeniging, kota industri yang berlokasi 40kilometer sebelah selatan Johannesburg, telah mengirimkan gelombang kejut di negara tersebut.

Pengacara para terdakwa mengatakan kepada pengadilan bahwa kliennya masuk ke rumah di pinggiran Walkerville untuk mencuri harta keluarga. Mereka juga ingin balas dendan atas perlakuan buruk majikan mereka, Nyonya Viana, 42 tahun.

Dalam pernyataan yang dibuat oleh salah satu terdakwa, menurut koran Beeld, “Kami pergi ke kamar mandi dan menyalakan keran. Kami ke (Amaro) dan menyumbat mulutnya karena dia menangis. Kami memasukkan wajahnya ke bak mandi, tahu bahwa dia akan tenggelam."

Vonis ketiga terdakwa akan dijatuhkan pada 6 September mendatang.
Sumber : The Telegraph

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 21 April 2014 00:00:00 WIB

Barca Tunggu Atletico dan Madrid Tergelincir

, 21 April 2014 00:00:00 WIB

Persoalan Primer Perempuan: Hak Atas Rasa Aman