Suhu di Pekanbaru Mendekati 35 Derajat Celsius
Sabtu, 28 Juli 2012 - 08:52 WIB
: 326


(Foto:dok/citydirectory.co.id)
Salah satu penyebabnya adalah badai Vincente di Vietnam.

PEKANBARU - Suhu udara di Pekanbaru, Riau, khususnya pada pukul 11.00-14.00 WIB terdeteksi mencapai 34,8 derajat Celsius atau sudah mendekati kondisi ekstrem 35 derajat Celsius.

Analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Yushistira Mawadah kepada ANTARA di Pekanbaru, Jumat (27/7), mengatakan, panasnya suhu udara ini telah terjadi sejak beberapa hari terakhir dan disebabkan berbagai faktor.

"Yang pertama adanya gangguan badai Vicente yang berpusat di Vietnam. Kemudian minimnya pepohonan untuk daerah perkotaan," katanya.

Kondisi suhu udara yang kian panas ini, kata dia, juga disebabkan maraknya polusi kendaraan bermotor yang pada akhirnya menyebabkan pemuaian suhu udara panas.

Hal demikian katanya menambah kegerahan di siang dan malam hari khususnya untuk wilayah Pekanbaru yang memang tengah dalam perkembangan yang begitu pesat.

Yudhistira juga menjelaskan, bahwa panas udara di siang ini jauh lebih meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya (Kamis 26/7) yang masih terukur maksimum yakni 33,6 derajat Celsius.

"Kami berharap, dengan kondisi yang kian panas ini, masyarakat dapat lebih cerdas yakni dengan melakukan upaya penghijauan di wilayah masing-masing khususnya yang tinggal di kompleks perumahan," katanya.

Pepohonan yang memadai di tengah kota, menurutnya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang berada disekitarnya.

"Salah satunya yakni mampu menghalangi sinar matahari hingga tidak langsung menyentuh tubuh. Dengan demikian maka panas tersebut tidak akan begitu terasa," katanya.

Selain itu, sambunya, pepohonan yang mencukupi dan tersebar di sejumlah wilayah padat penduduk, juga akan mampu memproduksi udara atau oksigen di siang hari yang diyakini akan mampu memberikan kesejukan.

"Kemudian yang terakhir, yakni berupa bentuk imbauan. Diharapkan juga, kondisi panas saat ini jangan dimanfaatkan dengan membuka atau memperluas lahan pertanian dengan cara membakar. Kondisi ini pada akhirnya akan memperburuk dampak lingkungan," katanya.
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 16 April 2014 00:00:00 WIB

Miley Cyrus Patah Hati, Konser Dibatalkan

, 16 April 2014 00:00:00 WIB

Berakhir, Program Perdamaian World Bank di Aceh