Pelukan Ibu Melepaskan Bayi dari Koma
Albertina S.C. | Sabtu, 28 Juli 2012 - 12:12 WIB
: 922


(Adam memegang tangan ibunya./telegraph.co.uk)
Pelukan sang ibu membangunkan Adam yang koma sehari setelah lahir dan melepaskan dia dari kematian.

SHROPSHIRE – Usia Adam Cheshire baru satu hari ketika napasnya berhenti dan tubuhnya kejang-kejang karena infeksi otak. Dia koma dan untuk bertahan hidup dia harus tinggal dalam mesin.

Setelah seminggu perawatan, dokter meminta Charlotte dan Chris Cheshire mengucapkan selamat tinggal pada bayi mereka dan mengambil foto terakhir. Namun, perawat terkejut melihat Adam mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan setelah dipeluk mamanya.

Bayi laki-laki itu telah berusia 16 bulan sekarang. The Telegraph, Kamis (26/7), melaporkan Adam baru saja melakukan langkah pertamanya.
 
Charlotte tidak bisa melupakan kisah kelahiran Adam di Royal Shrewsbury Hospital di Shropshire, Inggris.

Setelah melahirkan, Charlotte berada dalam kondisi yang tidak sehat. Setiap mencoba bangun dari tempat tidur dia merasakan kesakitan yang hebat.

"Dokter mendiagnosis seluruh tulang panggul saya patah, berarti semua tulang di panggul saya telah terpisah satu sama lain,” Charlotte mengenang. “Saya bahkan tidak bisa berjalan.”

Chris suaminya telah meninggalkan rumah sakit sekitar satu jam sebelumnya untuk beristirahat setelah semalam menemani istrinya selama persalinan.
 
Sekarat 
"Chris baru saja tiba di rumah ketika saya menelepon sambil menangis bilang bahwa Adam telah diambil karena sakit," lanjut Charlotte.

Chris bergegas kembali ke rumah sakit. Insinyur sistem ini menemui buah hatinya berada dalam perawatan intensif neonatal.

Pria 47 tahun juga tidak tahu harus berbuat apa. Adam putranya dalam kondisi sekarat. Napasnya telah berhenti. Tubuhnya perlahan-lahan meredup. Dia kejang-kejang.

"Ketika Chris ke kamar saya, dia menjelaskan apa yang dia tahu. Kami duduk berpegangan tangan dan menangis bersama."

Tiga hari kemudian, Adam didiagnosa meningitis Grup B Streep (GBS).
 
Menurut dokter, untuk sementara Adam masih hidup. Pihak rumah sakit berupaya yang terbaik untuk menyelamakan Adam. Namun, hidup Adam berada dalam bahaya besar.

"Mereka yakin dia akan meninggal dunia,” kata perempuan berusia 34 tahun ini.

Charlotte sendiri bertekad untuk melihat Adam. Butuh dua jam bagi dirinya untuk bisa duduk di kursi roda yang dilapisi bantal. Meski penuh air mata, Charlotte menolak untuk menyerah.

“Tubuh mungilnya dipenuhi selang,” kenang Charlotte saat pertama kali melihat Adam kecilnya.

Selama satu pekan berikutnya, Charlotte dan Chris hanya bisa menonton anak mereka berjuang untuk hidup.
 
Menolak Menyerah
Mereka diingatkan bahwa kalau pun hidup, otak Adam bisa rusak, mengalami epilepsi, dan berbagai berbagai cacat lain.

Namun, mereka menolak untuk menyerah.

Napas Adam perlahan membaik. Beberapa hari kemudian, dokter dapat mengeluarkan dia dari ventilator.

Selama beberapa hari Charlotte hanya diperbolehkan menekan lembut kaki dan lengannya. Sampai akhirnya, petugas mendorong dia untuk memegang dan memeluk putranya.

Dokter menyarankan Charlotte melakukan kontak kulit ke kulit atau “perawatan kanguru,”  seperti ibu kanguru yang memasukkan anaknya dalam kantongnya. Si ibu bertindak sebagai inkubator manusia untuk menjaga kehangatan bayinya, merangsang si kecil, dan menyusui.
 
 Kontak kulit ke kulit (Dok:mirror.co.uk)

Charlotte akhirnya bisa memeluk anaknya untuk pertama kalinya sejak ia sakit. Dan, Adam membuka matanya untuk pertama kalinya.

"Saat-saat dia membuka matanya sungguh luar biasa. Saya tahu jika dia terbangun, dia akan selamat.”

Selama beberapa hari berikutnya, Charlotte menghabiskan waktu hingga 12 jam sehari duduk di kursi goyang sementara Adam tidur di pelukannya.

Setelah diberi sejumlah kecil susu melalui tabung selama beberapa minggu pertama kehidupan, Adam mulai menyusui.

"Untuk memisahkan saya dari Adam sangat traumatis. Rasanya sangat luar biasa, saya ingin terus menahan dia dalam pelukanku.”
 
Keajaiban
Dalam tubuhnya yang mungil, Adam terus melangkah, dia perlahan-lahan tumbuh lebih kuat. Kejang-kejangnya berkurang. Hasil pemindaian MRI pertamanya menunjukkan beberapa bintik-bintik kecil kerusakan otaknya. Ini kabar yang mencerahkan keluarganya. “Meski terlalu dini untuk mengatakan itu," kata Charlotte.
 
Keluarga Chesire (Dok:Daily Mail)
 
Namun, setelah tiga minggu di rumah sakit, Adam, yang memiliki gangguan pendengaran, cukup sehat untuk pulang bersama orang tuanya dan saudara tirinya, George, 10.

Pemindaian MRI yang lebih baru menunjukkan sebagian besar cedera otak menghilang.

"Adam baru-baru ini mengambil langkah pertama tanpa bantuan. Tambah lagi satu tanda centang dari daftar cek. Semuanya yang dia lakukan sangat menakjubkan,” kata Charlote. "Adam adalah keajaiban kita. Dia menolak untuk menyerah."

Nyona Cheshire mengatakan: "Ini masih berjalan. Kami sangat bangga padanya.”

Dia juga berterima kasih kepada pihak rumah sakit yang telah merawat putranya.

"Kami tidak bisa menyalahkan perawatan yang kami terima di rumah sakit dan dukungan yang kita telah diberikan. Kami ingin berterima kasih kepada mereka semua dari lubuk hati kita," ucap dia.

GBS
Chris dan Charlotte sekarang mendukung petisi untuk mendukung Grup B Strep yang meminta pengujian rutin untuk grup B Streptococcus bagi ibu hamil.

Perempuan hamil dapat menularkan penyakit ini kepada anaknya saat melahirkan. Bayi yang selamat dari penyakit ini dapat kehilangan kemampuan untuk berbicara dan pendengaran, serta mengalami gangguan penglihatan dan cacat permanen.

"Grup B Strep sangat umum di Inggris, satu dari empat perempuan adalah pembawa. Ini dapat dengan cepat dan mudah terdeteksi dengan alat tes antara 35-37 pekan kehamilan,” kata Charlotte yang tengah belajar untuk menjadi pendeta ini.

Jika terdeteksi bisa diobati dengan antibiotik selama persalinan. Sayangnya, sistem kesehatan saat ini, kata dia, tidak melakukan pengujian itu.

Cathy Smith, Kepala Kebidanan di Shrewsbury dan Telford Hospital NHS Trust, mengatakan, satu dari tiga perempuan membawa  GBS. Mayoritas bayi yang lahir dari perempuan-perempuan tersebut tidak akan terpengaruh. Namun, ada risiko kecil bahwa GBS dapat lolos ke bayi saat melahirkan. Kadang-kadang--sangat kecil kasusnya-- ini menyebabkan infeksi pada bayi yang membutuhkan perawatan tambahan.

"Kontak kulit ke kulit atau perawatan kanguru adalah cara yang bermanfaat untuk membantu ikatan bayi dengan orang tua, terutama jika ibu sedang menyusui. Kontak ini dapat membantu bayi rileks, meningkatkan kontrol suhu, dan mengatur detak jantung.

Smith juga mengingatkan bahwa setiap kasus berbeda. Perawatan bayi prematur dan bayi sakit yang berada dalam perawatan atau pengobatan juga dibuat berdasarkan kebutuhan individu.

Lepas dari itu, "Dengan berbagi cerita ini, saya berharap lebih banyak perempuan tahu tentang GBS dan dapat mencegah itu sehingga tidak mengalami pengalaman seperti kita,” Charlotte mengakhiri kisahnya.
Sumber : The Telegraph

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

 Peringati Hari Bumi, Aktivis Gelindingkan Bola Bumi di Jalan

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

Sekretaris KPU Bawa Pisau ke Rapat Pleno