Nama Tanaman Itu Anthurium Jenmanii
Nofanolo Zagoto | Sabtu, 28 Juli 2012 - 12:41 WIB
: 7310


(SH/Nofanolo Zagoto)
Tanaman hias ini meledak di pasar tanaman hias di sekitar tahun 2005.

Seiring banyaknya jumlah anthurium dan kemudahan memeliharanya membuat tanaman hias ini sempat turun drastis harganya. Cukup banyak orang yang kecewa karena harganya yang kemudian tak semahal ketika tanaman hias ini booming.

Tunggu dulu, yang dimaksud turun drastis ternyata tanaman hias anthurium jenis gelombang cinta (Anthurium plowmanii croat).

“Kalau yang sampai sekarang mahal dan tetap bertahan di pasaran adalah anthurium jenmanii cobra,” ujar Kinkin, penggemar sekaligus penjual tanaman hias, sambil menunjuk sebuah anthurium jenmanii cobra setinggi 30 sentimeter namun sudah mencapai harga Rp 20 juta.

Lelaki berusia 27 tahun ini lalu mengomentari harga yang turun drastis dengan latar ketidaktahuan masyarakat tentang kelebihan dan keindahan tanaman, khususnya jenmanii ini. “Penyebab lain adalah tanaman gelombang cinta memang lebih mudah untuk mengembangbiakannya. Padahal keindahan jenmanii cobra tetap lebih unggul,” ujar Kinkin.

Kendati tanaman hias gelombang cinta kini hanya dimiliki segelintir orang, tanaman gelombang cinta pun tetap mahal bila ukurannya besar karena dapat memperindah ruangan.

Ukuran daun yang besar dan mengkilat tetap saja membuat tanaman itu dipelihara di rumah-rumah tertentu. Tanaman yang umumnya berwarna hijau dan memiliki tulang daun yang besar dan menonjol ini menyisakan fenomena di kalangan pencinta tanaman hias.

Jenmanii cobra lebih pelik lagi. Diperlukan pengetahuan yang cukup dan memadai untuk membedakan tanaman hias yang satu ini. Para penggemar, pemelihara, hingga pedagang tanaman hias yang konon pertama kali ditemukan di Kepulauan Karibia ini kemudian membedakan lagi dua jenis jenmanii cobra, yaitu jenmanii cobra (biasa) dan ada yang jenis jenmanii cobra catalog.

Jenmanii cobra catalog sebenarnya lebih mengacu untuk mempertahankan jenis yang murni dan kira-kira sama idealnya dengan jenmanii cobra di “katalog pameran”. Bentuk daun masih indah, ideal, sama-sama mengembang indah secara proporsional, dan tak ada daun yang menyusut. “Kalau jenmanii dari biji. Selain sulit, dari satu bonggol pun tak selalu didapat anakan yang ideal,” ujarnya.

Jenmanii cobra catalog, menurut Kinkin, didapatkan dari bibitan anthurium yang asalnya berupa spitan bonggol anthurium jenmanii cobra.

SH menanggapi bibitan dari spitan bonggol ini memang menggunakan prinsip vegetatif, sama seperti memisahkan tunas pohon pisang dari induknya atau sistem stek. Hasil dari spitan bonggol ini memang menghasilkan keturunan yang karakter dan sifatnya tak berbeda dengan pohon induknya.

Hal itu berbeda dengan bibit yang didapatkan dari proses generatif, yaitu bibit yang berasal dari biji. Biji anthurium, yang sejak dari bunga—jelas hasil perkawinan antara putik dan benang sari—memungkinkan perkawinannya dari induk anthurium jenmanii cobra yang lain, yang belum tentu berkualitas. Bisa jadi, papar Kinkin, karena pengaruh itu sehingga terkadang kita tak mendapatkan hasil yang ideal dari jenmanii cobra yang berasal dari biji.

Hal lain yang memengaruhi biji adalah faktor gen yang dapat dominan dan resesif sehingga muncul karakter yang dulu resesif justru menjadi dominan ketika bibitan dari biji itu bertunas. Selain faktor angin, lingkungan, dan air, banyak hal lain yang ikut memengaruhi penyemaian biji.

Misteri Tanaman Mahal

Terdapat bermacam penyebutan dan varian dari jenis anthurium menurut para penyuka, pemerhati, pemelihara, dan pedagang tanaman hias jenis ini. Anthurium, yang secara umum merupakan genus Anthurium, dapat juga dibedakan menjadi jenis anthurium bunga dan anthurium daun.

Selain konon berasal dari Karibia, beberapa pendapat mengatakan jenis tanaman yang pernah diidolakan karena dianggap langka ini sebenarnya berasal dari wilayah hutan Amerika Selatan yang cuacanya tak jauh berbeda dengan di Indonesia. Iklim hutan yang senantiasa hujan sementara terlindung di balik kerapatan daun pepohonan hutan itu pernah membius penggemar tanaman hias di negeri ini.

Jika pada anthurium daun banyak yang mempertahankan pola vegetatif untuk mempertahankan anakannya, pada anthurium bunga terkadang keragaman dapat dihasilkan dari proses vegetatif. Untuk varietasnya, jenis jenmanii selain jenis cobra sebenarnya bermacam-macam, selain jenmanii oval, jenmanii mangkok, juga jenmanii keris.

Tanaman dari kelas berkeping satu, famili dari Araceae (suku talas-talasan) ini biasanya hidup di alam secara epifit–menempel di batang pohon. Pohon jenis ini pun dapat hidup secara terestrial di dasar hutan.

Kebenaran soal wilayah endemik tanaman ini masih harus digali lagi, kendati tanaman ini kemudian dapat tumbuh di mana-mana; di pekarangan rumah kita, dari desa hingga ke kota. Para pemeliharanya pun tahu di mana meletakkan pohon kesayangannya ini, di antara keteduhan atap atau beranda rumah, atau di bawah pohon di antara tanaman dan taman di pekarangan kita.

Seperti apa yang dilakukan oleh Denny, penghobi yang memiliki puluhan jenmanii cobra. Sudah sejak 2006 dia sengaja menaruh puluhan koleksi jenmanii cobra di pekarangan rumahnya yang bertempat di kawasan Sawangan, Depok. Kesukaannya tak luntur kendati oleh banyak pihak tanaman hias ini telah melewati masa keemasannya.

“Karena jenmanii cobra punya karakter yang khas,” kata Denny.

Tak hanya soal bentuknya yang unik dengan daun yang mirip kepala ular kobra yang membuat dirinya tergila-gila merawatnya. Harga jenmanii cobra pun dinilainya masih relatif bertahan lantaran membiakkan tanaman ini tidak mudah. Dari biji jarang ada yang jadi seperti induknya. Cara terbaik adalah dengan memotong bonggolnya.(Sihar Ramses Simatupang)

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



    4 Komentar :

    indra
    21 November 2012 - 22:11:32 WIB

    Saya punya koleksi jemani sawi, supernova dan tanduk, mau saya jual, kira2 ada yang berminat pak? Umurnya udah 5 thn pak ini no hp saya pak 081315141448 Thanks ya pak.
    agus
    03 Juni 2013 - 18:28:41 WIB

    alamat mana boss..?
    firman
    18 Agustus 2013 - 16:32:56 WIB

    sya mau jual c katalog 7 daun roset,glmbng cinta varigata,sama puring kura tinggi 1,5 mtr bentuk mirip pucuk merah,minat tlp.0813 18175 222.di rw kalong gnung sindur bogor
    firman
    18 Agustus 2013 - 16:47:00 WIB

    sya punya anting putri juga 1000 phn,pucuk merah,dan puring2 keLAS ,puring kura,oscar,kurasi,ruby,seribu bintang,titanik,kipas dewa,kipas bali,terang bulan,bor,spiral dll,bagi yg minat tlp aja,0813 18175 222
    << First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
    Isi Komentar :
    Nama :
    Jenis Kelamin : L P
    Email :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     

    Editor Choice

    , 23 April 2014 00:00:00 WIB

    Mengapa Perempuan Lebih Tertarik pada Musisi?

    , 23 April 2014 00:00:00 WIB

     Peringati Hari Bumi, Aktivis Gelindingkan Bola Bumi di Jalan