Kekerasan Terhadap Anak Meningkat
Senin, 30 Juli 2012 - 11:10 WIB
: 450


(Foto:dok/balipost.co.id)
Di antaranya akibat pergeseran moral di lingkungan anak.

LANGKAT - Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Langkat Sumatera Utara mencatat perlakuan kekerasan terhadap anak-anak meningkat dari waktu ke waktu, karena berbagai faktor, di antaranya pergeseran moral di lingkungan si anak.

"Hingga Juni 2012 ada 21 kasus kekerasan terhadap anak yang tersebar di beberapa kecamatan di Langkat," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Langkat, Enis Syafrin Adlin Lubis, di Stabat, Senin (30/7).

Menurut dia, hal itu seharusnya menjadi perhatian dari berbagai elemen masyarakat untuk segera bergandengan tangan guna mengatasi kekerasan terhadap anak-anak ini.

"Dari penelusuran yang terjadi, tidak sedikit orang dewasa melakukan atau membiarkan pelanggaran etika di tengah masyarakat," katanya.

Misalnya saja, pornoaksi maupun pornografi yang dengan mudah diperoleh di memori telepon genggam yang sekarang ini dapat ditemukan pada setiap anak.

"Penekanan ataupun bimbingan agama secara umum di tengah masyarakat pun diperkirakan volumenya jauh berkurang dari beberapa tahun sebelumnya. Sepantasnya syiar agama dikedepankan lagi, guna meredam kasus terutama pencabulan terhadap anak," ungkap Enis.

Menurut dia, kerja sama lintas sektoral meredam kasus pencabulan cukup berarti, makanya permasalahan tersebut jika disadari merupakan tanggung jawab bersama.

Komisi yang dipimpinnya hanya sebatas melakukan pendampingan, hingga kasus sampai ke persidangan.

Ia menjelaskan membengkaknya kasus terhadap anak di antaranya kasus pencabulan justru ada indikasi diselesaikan hanya melalui perdamaian tanpa melalui prosedur Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 23/2002.

"Dalam kasus yang seperti ini, biasanya orang tua korban diberikan materi, sebab pelaku berhasil mengajak berdamai, sehingga tidak ada efek jera," kata Lubis.

Sementara itu, pengurus KPAD lainnya Waluyo menjelaskan bahwa berdasarkan data yang ada pada KPAD Langkat, untuk tahun 2010, terjadi kasus pencabulan terhadap anak sebanyak 25 kasus.

Selain itu, penganiayaan 15 kasus, penelantaran anak empat kasus, narkoba dua kasus, pencurian lima kasus, dan judi dua kasus.

Untuk tahun 2011, telah terjadi kasus pencabulan terhadap anak sebanyak 21 kasus, penganiayaan enam kasus, penelantaran dua kasus,dan pencurian enam kasus.

Untuk tahun 2012, hingga Juni saja sudah tercatat kasus pencabulan terhadap anak sebanyak 14 kasus, penganiayaan satu kasus, penelantaran satu kasus, narkoba satu kasus, pencurian dua kasus, judi satu kasus, dan tracfiking satu kasus.
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

 Peringati Hari Bumi, Aktivis Gelindingkan Bola Bumi di Jalan

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

Sekretaris KPU Bawa Pisau ke Rapat Pleno