Temukan Kembali Cita Rasa Indonesia
CR-33 | Selasa, 31 Juli 2012 - 13:45 WIB
: 477


(dok/SH)
Es krim merupakan salah satu makanan kegemaran orang Indonesia.

Indonesia memiliki berbagai macam makanan tradisional yang diolah dari berbagai bahan khas dari Indonesia. Sayangnya, seiring perkembangan dan globalisasi yang terjadi, makanan tradisional tersebut semakin dilupakan, bahkan beberapa ada yang punah.

Tak bisa dimungkiri, beberapa dekade ke belakang, segala sesuatu yang berbau asing, termasuk juga makanannya, lebih dipandang bernilai tinggi dibandingkan yang tradisional. Meskipun demikian, justru beberapa tahun terakhir ini, sorotan akan makanan tradisional meningkat kembali.

“Lidah kita itu tidak bisa dibohongi. Kita itu diajak kembali untuk menemukan kembali makanan kita yang hilang, karena sekarang banyak yang dipopulerkan kembali,” tutur pakar kuliner Indonesia, Arie Parikesit.

Sebut saja kelapa dan pandan wangi. Kedua bahan dari alam Indonesia tersebut banyak yang digunakan dalam berbagai macam kue tradisional di Bumi Pertiwi. Adapun kita juga mengenal es teler, yang di dalamnya tercampur bahan makanan kelapa, nangka, alpukat, dan susu kental manis.

Es teler bisa ditemukan di beberapa negara di Asia Tenggara. Sebenarnya ini mutasi dari es campur dan benar-benar lahir di Indonesia. Lahir sekitar 1980-an. Waktu itu Pak Tukiman, seorang pedagang es campur di daerah Menteng, mencoba membuat kreasi baru yaitu es teler. Teler karena enak banget,” Arie menjelaskan.

Melestarikan cita rasa asli Indonesia itu perlu dilakukan banyak pihak agar berbagai kalangan, terutama anak-anak dan remaja di Indonesia, bisa merasakan makanan tradisional tersebut. Oleh karena itu, salah satu produsen es krim di Indonesia, yaitu Wall’s, sejak tahun lalu mengeluarkan produk yang bernama Wall’s Dung-Dung.

“Ini adalah usaha kami untuk melestarikan, supaya generasi berikutnya bisa ikut merasakan. Dan lagi, ada kenangan manis yang berbeda-beda dari makanan-makanan tradisional tersebut bagi masing-masing orang yang pernah merasakannya,” tutur Senior Brand Manager Wall’s Dung-Dung, Nuning Wahyuningsih.

Tahun kemarin Wall’s Dung-Dung hadir dengan rasa kelapa muda dan nangka. Adapun di tahun ini, tepatnya satu hari sebelum puasa, varian baru yaitu rasa sari pandan kelapa dan es teler, diperkenalkan ke masyarakat.

Karena bertepatan dengan momen bulan Ramadan, Wall’s pun menghadirkan Kedai Dung-Dung di 30 masjid besar yang ada di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Kedai yang menghadirkan es krim dari varian baru Wall’s Dung-Dung ini hadir dengan tema “Yang Manis dari Masa Lalu”. Pembukaan pertama pun dilakukan pada Selasa (24/7) di Masjid Al-Azhar Pusat, Jakarta Selatan.

Dengan konsep tenda yang dibuka pada pukul 16.00 hingga 22.00 di dekat masjid besar yang ada di tiga kota tersebut, diharapkan bisa menambah suasana kebersamaan seluruh anggota keluarga setelah tarawih.

Tahun lalu kami mengadakan hanya di sepuluh masjid besar di Jakarta. Sekarang kami membuka di tiga kota karena di sana suasana kumpul-kumpul setelah tarawih itu masih sangat kental. Masjid masih dijadikan tempat untuk berkumpul, sambil menikmati jajanan yang ada di sana,” ujar Nuning.

Kebersamaan keluarga inilah yang menjadi target dibukanya kedai ini hingga 12 Agustus untuk wilayah Jakarta, 13 Agustus untuk Surabaya, dan 15 Agustus untuk Yogyakarta. Di kedai tersebut, setiap orang bisa mengkreasikan es krim dengan berbagai macam topping, mulai dari kue semprong, kuping gajah, pacar cina, hingga ketan hitam.

“Semua bahan makanan bisa dijadikan sebagai topping untuk varian rasa yang ada dari Wall’s Dung-Dung. Untuk topping seperti pacar cina, tape, kuping gajah, itu cocok untuk sari pandan kelapa dan nangka. Kalau es teler dan kelapa muda, topping buah-buahan paling cocok. Semuanya kembali ke lidah masing-masing, dan tentunya harus memperhatikan kandungan yang ada,” ujar Arie.

Selain dapat mencicipi es krim dengan rasa makanan tradisional Indonesia, di kedai tersebut, para pengunjung juga bisa mengikuti berbagai permainan tradisional yang disediakan.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN