AS Berusaha Turunkan al-Assad
Rabu, 01 Agustus 2012 - 11:35 WIB
: 293


(Foto:dok/article.wn.com)
Militer Suriah melanjutkan penindasannya terfadap pasukan oposisi di Aleppo.

MOSKOW - Amerika Serikat melanjutkan upayanya untuk membuat Presiden Suriah Bashar al-Assad tersingkir dari jabatannya, kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Patrick Ventrell, Selasa (31/7).

"Situasinya memprihatinkan, dan kita menyaksikan serangan yang berlanjut oleh rezim terhadap rakyatnya sendiri. Kami melanjutkan dan meningkatkan semua upaya yang telah kami lancarkan untuk membuat (Bashar) al-Assad menyingkir sesegera mungkin," kata Ventrell selama taklimat harian di Washington.

"Kami bukan hanya, tentu saja, melanjutkan kerja sama dengan negara yang memiliki pendapat yang sama mengenai sanksi. Kami berusaha menyediakan dukungan kami buat oposisi. Kami berusaha menyediakan jutaan dolar buat dukungan kemanusiaan guna membantu rakyat Suriah baik di dalam negeri maupun mereka yang telah menyelamatkan diri ke luar negeri," kata Ventrell sebagaimana dikutip RIA Novosti --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Rabu.

Sementara itu, militer Suriah melanjutkan penindasannya atas pasukan oposisi di Aleppo, pusat komersial dan industri di negeri tersebut, demikian laporan stasiun TV Suriah, Selasa.

Beberapa pengamat memandang pertempuran untuk memperebutkan Aleppo sebagai titik perubahan utama dalam konflik di Suriah yang dapat memutuskan masa depan aksi perlawanan bersenjata terhadap kekuasaan Presiden Bashar al-Assad.

Aleppo, kota dengan 2,5 juta warga, telah menjadi titik api konflik di Suriah sejak satu pekan sebelumnya, saat pasukan pro-pemerintah melancarkan serangan besar terhadap kota tersebut, dalam desakan besar guna merebut kembali wilayah penting di seluruh negeri itu.

Upaya diplomatik internasional telah gagal memaksa kedua pihak yang bertikai menghentikan pertumpahan darah dan memulai pembicaraan.

Rusia dan China telah tiga kali memveto rancangan resolusi Barat mengenai Suriah, karena kedua negara itu khawatir mengenai terulangnya skenario Libya di Suriah.

Sejak Maret 2011, konflik Suriah telah merenggut 14.000-20.000 jiwa, demikian perkiraan bermacam kelompok oposisi Suriah.

Barat melancarkan desakan agar Bashar terguling, sementara Rusia dan China berusaha menghalangi campur tangan pihak luar di Suriah, dan menyatakan pemerintah Bashar dan oposisi sama-sama bersalah atas pertumpahan darah di negeri tersebut.
Sumber : Ant/RIA

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

12 Batang Emas di Perut Warga India

, 23 April 2014 00:00:00 WIB

Mengapa Perempuan Lebih Tertarik pada Musisi?