Partai Berusaha Selamatkan Diri
Ruhut Ambarita | Kamis, 02 Agustus 2012 - 15:24 WIB
: 320


(dok/ist)
Mereka tidak ingin terlibat dalam kasus anggaran.

JAKARTA - Keputusan Fraksi Partai Golkar mengganti Melchias Markus Mekeng dan Zulkarnaen Djabar sebagai ketua dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR dinilai sarat muatan politis. Pergantian itu dianggap sebagai bentuk penyelamatan terhadap kader dan partai dari dugaan keterlibatan kasus korupsi.

Koordinator Divisi Korupsi Politik di Indonesia Corruption Watch, Ade Irawan mengatakan, pergantian kader di Banggar yang dilakukan Partai Golkar patut diduga sarat dengan alasan politis. Pergantian itu, kata Ade, bukan semata karena adanya perputaran jabatan di antara kader partai.

"Itu gaya lama. Pergantian itu untuk menyelamatkan orang-orang yang diduga terlibat praktik korupsi. Itu win-win solution bagi politikus yang bersangkutan dan partai. Tentu partainya tidak ingin citranya terpuruk karena kadernya diduga atau disebut terlibat dalam kasus korupsi," kata Ade saat dihubungi SH di Jakarta, Rabu (1/8).

Menurut Ade, pergantian yang dilakukan Partai Golkar terhadap kadernya di Banggar tidak akan mengubur sindikat mafia yang selama ini merampok uang negara. Banggar, kata dia, memiliki posisi strategis dalam proses penentuan anggaran negara.

"Kalau cuma ganti mesin saja buat apa? Tetap saja orang-orang di Banggar nantinya hanya dijadikan mesin pengumpul uang untuk politikus yang bersangkutan dan partai, bukan untuk mengawal uang negara untuk kepentingan rakyat," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ade Komaruddin menyatakan, pergantian kadernya di Banggar sudah final. Menurutnya, pergantian itu dilakukan agar kinerja Banggar tidak terganggu. "Kita ganti dengan pemain yang sesungguhnya juga punya pengalaman di Banggar," ujarnya.

Ade mengatakan, anggota Komisi Kesehatan DPR Charles J Mesang akan menggantikan Zulkarnaen Djabar di Badan Anggaran.

Komisi Antikorupsi telah menetapkan Zulkarnaen sebagai tersangka korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama. Posisi baru untuk Zulkarnaen yang sebelumnya di Komisi Agama belum diputuskan.

Sementara itu, Melchias Markus Mekeng akan digantikan Ahmadi Noor Supit. Sebelumnya, Ahmad berada di Komisi Keuangan. Melchias sendiri akan ditempatkan sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri.

Komisi Antikorupsi pernah meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengirimkan laporan transaksi keuangan mencurigakan milik anggota Banggar. Sejumlah anggota Badan Anggaran diduga terkait sejumlah kasus korupsi.

Berdasarkan hasil analisis, 10 anggota Badan Anggaran dinyatakan terindikasi korupsi, di antaranya kasus proyek Wisma Atlet SEA Games dan Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah. Laporan hasil analisis PPATK itu telah disampaikan ke Komisi Antikorupsi. Terkait laporan tersebut, Komisi Antikorupsi akan mendalaminya.

Pemimpin dan anggota Banggar yang diduga terlibat atau namanya disebut dalam sejumlah kasus korupsi, di antaranya MMM, TL, OD, IWK, MA, AS, ZD, EM, dan WON.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sabun Berbahan ASI Laris di Tiongkok

, 24 April 2014 00:00:00 WIB

Sharon Stone Dilaporkan Stroke