Mobil Listrik Pindad Menarik Perhatian
Kamis, 09 Agustus 2012 - 09:52 WIB
: 964


(Foto:dok/harianjogja.com)
95 persen mobil Piev ini buatan dalam negeri.

BANDUNG - Mobil listrik buatan PT Pindad bernama Piev (Pindad Electronic Vehicle) yang ikut dipajang di RITech Expo 2012 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, cukup banyak menyedot perhatian pengunjung, Kamis (9/8). Mobil listrik Pindad yang terpajang tepat di pintu keluar gedung Sabuga selama empat hari Pameran RITech Expo tanggal 8-11 Agustus 2012 itu, berada di sebelah mobil-mobil listrik lainnya dari lembaga lain.

Menurut staf Product Development PT Pindad Firmansyah, dibanding mobil-mobil listrik lainnya yang dipajang di pameran itu, Piev yang baru dikeluarkan pada 2012 ini memiliki kelebihan. Yakni motor listriknya dibuat sendiri oleh Pindad, termasuk baterenya buatan dalam negeri, sehingga 95 persen mobil ini buatan dalam negeri.

Perbedaan mendasar antara mobil listrik dan mobil konvensional (BBM) terletak pada sistem penggeraknya yang konsepnya 100 persen berbeda, jika mobil konvensional menggunakan engine, maka mobil listrik menggunakan motor listrik, namun motor listrik selama ini masih diimpor.

"Tapi ini kami buat sendiri. Dimensi motor listriknya hanya 60mm lebarnya dan 200mm diameternya, yang beratnya hanya 18 km, cukup kecil, tapi dayanya besar sampai 25 ribu Watt (25 kW). Bandingkan dengan pompa air listrik di rumah yang dayanya cuma 125-500 Watt tapi secara fisik besar," kata Firmansyah.

Motor listrik buatan Pindad ini memiliki tegangan 40 V, torsi 40 Nm, dengan putaran maksimal 5.000 RPM dengan efisiensi 95 persen. Motor tersebut dihubungkan dengan kontrol buatan Schneider Jerman yang dalam waktu dekat akan juga dibuat di dalam negeri (kerja sama dengan PT LEN), ujarnya.

Sedangkan baterenya, ia mengakui, meski buatan dalam negeri (kerja sama pindad dan NiPress), masih menggunakan batere Cadmium (batere basah) sebanyak 40 buah, dimana tiap 1 batere 12 Volt sehingga memakan tempat namun powernya kurang.

"Batere ini makan tempat, tidak seperti batere Lithium (kering) dan kecepatannya juga hanya 80 km per jam dengan daya jelajah hanya 80 km untuk di-charge kembali," katanya sambil menunjukkan bagian belakang kendaraan yang seluruhnya dipenuhi batere.

Soal batere, pihaknya memang masih akan meriset, karena itu untuk saat ini jika tak mau memakan tempat, batere Cadmium bisa ditukar dengan Lithium yang masih harus diimpor dari China.

Sedangkan bodi kendaraan yang kali ini menggunakan modifikasi dari disain Honda Jazz, jelas sudah seluruhnya bisa dibuat di dalam negeri, urainya,
Sumber : Ant

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Arema Siap Membungkam PBR

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Panwascam Diancam Dibunuh