Listrik dari Mikroba Limbah
Albertina S.C. | Jumat, 10 Agustus 2012 - 11:51 WIB
: 643


(Sistem pengolohan limbah domestik./anilandco.tradeindia.com)
Peneliti Belgia sedang mengembangkan mikroba pengolah limbah domestik untuk menghasilkan listrik.

LONDON - Mikroba yang digunakan dalam sistem pengolahan limbah rumah tangga juga dapat menghasilkan listrik. Berbasis elektro-mikrobiologi, teknologi yang relatif baru, peneliti berharap mikroba pengunyah kotoran manusia itu dapat menghasilkan listik untuk menggerakkan sistem pengolahan limbah  secara keseluruhan.

Dalam konteks pengolahan limbah, mikroba akan memurnikan air limbah dengan mengkonsumsi bahan organik di dalamnya. Kemudian, menggunakan energi itu untuk menghasilkan arus listrik yang dapat dipanen dan disimpan, seperti dikutip dari Rueters, Kamis (9/8).

Bruce Logan dari Pennsylvania State University, Amerika Serikat, salah satu penulis penelitian, membandingkan proses yang sedang dia kembangkan seperti film The Matrix, ketika manusia terhubung ke mesin untuk memberikan tenaga listrik.

"Dalam artikel, kami menggambarkan prosesnya agak mirip seperti itu. Tapi, yang kita lakukan adalah menggunakan mikro-organisme tertentu yang dapat dihubungkan ke perangkat untuk menghasilkan arus listrik yang dapat digunakan untuk menghasilkan tenaga," kata Logan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science ini memperkirakan tiga persen listik yang dihasilkan di AS digunakan untuk menjalankan pengolahan air limbah. Setidaknya, menurut penelitian, lima persen listrik masuk ke dalam infrastruktur air secara keseluruhan. Menurut Logan,  "Itu jelas tidak berkelanjutan."
 
Logan mengatakan, teknik yang masih dalam pengembangan ini, telah menarik minat sejumlah perusahaan, termasuk Siemens dan General Electric, serta perusahaan-perusahaan kecil lain.

Sejuah ini, kata Logan, ada beberapa kendala utama yang menghambat penelitian. Termasuk, biaya pembuatan perangkat yang tinggi dan untuk meningkatkan efisiensi serta kapasitas daya.

"Sekarang ini agak mahal," kata Logan.

"Yang benar-benar perlu kita lakukan adalah mendapatkan biaya untuk material dan mulai memasukkan teknologi ke dalam praktik dan menggunakan hal-hal lain dari sains dan teknik. Dibutuhkan kemauan politik dan pendanaan,” kata Logan lagi.

Teknik yang sama ditemukan dalam penggunaan mikroba untuk menghasilkan biofuel, gas hidrogen, metana, dan bahan kimia berharga lain dari produk murah dan melimpah dari perjalanan ke kamar mandi, kata Logan dan Korneel Rabaey, rekan penelitinya dari Universitas Ghent di Belgia.
Sumber : Reuters

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN