Batu Bara Bakal Jadi Bensin Etanol Sintetis
CR-27 | Jumat, 10 Agustus 2012 - 13:57 WIB
: 286


(dok/SH)
Pertamina akan bekerja sama eksklusif dengan Celanese Teknologi TCX.

JAKARTA – Dalam waktu dekat Pertamina segera memproduksi bensin dari etanol sintetis yang diproduksi dari bahan baku batu bara. Hal ini menjawab pertanyaan tentang gunanya kebijakan hilirisasi mineral, khususnya soal pengurangan ekspor batu bara ke luar negeri.

Terkait itu, PT Pertamina telah menandatangani MoU dengan perusahaan tehnologi kimia asal Amerika Serikat (AS), Celanese Corporation (NYSE-M), pada Kamis (9/8). Wamenlu Amerika Serikat Jose W Fernandez mengatakan, nilai investasi perusahaan AS ini sebesar US$ 1,5 miliar.

Etanol sintetis ini akan menghasilkan bensin dengan harga yang murah dibandingkan bensin dari bioetanol, dan emisi gas buangnya rendah sehingga rendah polusi,” ujar Jose menjawab SH, di sela jumpa pers Diskusi Umum Wamenlu AS, Pacific Place Mall, Jakarta, Kamis.

Celanese Corporation mengumumkan secara resmi penandatanganan MoU kerja sama bisnisnya dengan PT Pertamina, pada Kamis, untuk pengembangan proyek produksi bahan bakar etanol. Kerja sama bisnis ini sejalan dengan strategi jangka panjang Indonesia dalam mengembangkan kemampuan energi baru dan terbarukan.

Pertamina akan bekerja sama eksklusif dengan Celanese untuk bersama-sama mengembangkan bahan bakar proyek etanol sintetis di Indonesia, memanfaatkan teknologi dan fasilitas produksi etanol TCX milik Celanese.

Dalam kesempatan sama, Steven Sterin, Direktur Keuangan Celanese Corporation, menjelaskan, Celanese Teknologi TCX akan membantu Indonesia dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak yang terus meningkat dengan harga terjangkau, berbasis bahan baku lokal, berkualitas tinggi, aman, dan berbentuk cair.

Oktan dari etanol sintetis ini cukup tinggi dengan diproduksi menggunakan teknologi TCX. Hasilnya akan membantu meningkatkan kualitas udara melalui penurunan partikulat, serta emisi nitrogen oksida. Ini mendukung banyak tujuan jangka panjang pemerintah Indonesia dalam pemanfaatan sumber daya alam batu bara yang meningkat.

Tentunya ini akan mendorong pembangunan ekonomi, mengurangi energi BBM impor, dan akan meningkatkan standar kualitas lingkungan dan udara. Kami senang bekerja dengan Pertamina untuk lebih mengembangkan kesempatan ini di Indonesia dan berharap dapat bekerja sama dengan mereka untuk membawa banyak manfaat bagi Indonesia,” tutur Steven.

Mendukung

Karen Agustiawan, Presiden Direktur dan CEO PT Pertamina, dalam kesempatan terpisah mengatakan, prioritas utama bagi Pertamina adalah mendukung pemerintah dalam mengamankan dan mengelola sumber daya energi, guna memenuhi permintaan energi konsumen industri dan masyarakat.

Untuk memenuhi tujuan ini, Pertamina sangat mendukung kerja sama dengan perusahaan seperti Celanese dalam energi terbarukan etanol berbahan baku sintetis.

Permintaan Indonesia akan bahan bakar transportasi pada 2012, kata dia, diperkirakan akan mencapai sekitar 25 juta ton dan meningkat 6 persen per tahun sampai setidaknya 2020. Nantinya, etanol ini akan dicampurkan 10 persen pada BBM dan diperkirakan campurannya akan ditingkatkan lebih besar dari 10 persen.

Diharapkan kerja sama ini akan menurunkan angka volume impor BBM Pertamina yang tiap tahunnya lebih dari 30 juta barel. Selain itu, ia sangat bersyukur karena oktan bahan bakar etanol ini cukup tinggi, sehingga memperbaiki emisi asap knalpot. Ini akan membantu Pertamina dalam memenuhi kebutuhan akan bensin yang rendah polusi.

Dalam pernyataan bersama dari MoU tersebut, Celanese dan Pertamina akan bekerja sama untuk menentukan pengaturan pasokan potensial, lokasi produksi, dan strategi distribusi.

Setelah pekerjaan ini selesai, akan diputuskan rencana final investasi joint venture kedua belah pihak. Produksi perdana bensin dari etanol sintetis ini dijadwalkan akan menelan waktu konstruksi pembangunan pabrik 2,5 tahun.

Sumber : Sinar

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 21 April 2014 00:00:00 WIB

10 Korban Belum Ditemukan

, 21 April 2014 00:00:00 WIB

430 Prajurit Kodam XII/Tanjungpura Jadi Motivator KB