Film Korea Berjaya di FIFF
Jessica Rezamonda | Jumat, 10 Agustus 2012 - 14:03 WIB
: 269


(dok/ist)
Film Korea sudah menjadi jaminan mutu perfilman Asia.

JAKARTA - Film Korea rupanya tengah menjadi sorotan sineas international. Hal ini dapat dilihat dari beberapa filmnya yang berjaya di ajang Fantasia International Film Festival (FIFF) yang berlangsung pada Rabu (8/8) di Kanada.

Salah satunya film antologi bergenre horor fiksi ilmiah, Doomsday Book, karya duo sineas Kim Jee-woon dan Yim Pil-sung.

Seperti dikutip dari situs hollywoodreporter.com, film Doomsday Book meraih kemenangan besar di ajang tersebut dengan meraih penghargaan puncak; Cheval Noir Award. Tidak hanya Doomsday Book yang mendapat apresiasi di FIFF.

Sebuah animasi berjudul The King of Pigs juga mendapatkan penghargaan untuk kategori film animasi. Film animasi karya Yeon Sang-ho tersebut juga memperoleh penghargaan khusus dari dewan juri.

Kondisi ini menunjukkan industri perfilman Korea Selatan tengah menjadi kiblat baru di industri perfilman dunia. Mereka berhasil menyajikan tema dan gaya visualisasi baru di industri perfilman.

Sementara festival film khusus untuk genre fantasi (horor, fiksi ilmiah, aksi) yang berlangsung di Montreal ini juga memberikan kemenangan besar kepada film bertajuk Toad Road. Melalui Toad Road diraih penghargaan untuk kategori sutradara terbaik untuk Jason Banker dan gelar aktor terbaik untuk James Davidson.

Sejumlah film lain yang menang di festival film tersebut adalah Sleep Tight untuk kategori naskah terbaik karya Alberto Marini, sementara gelar aktris terbaik dipegang Majiana Jankovic melalui film produksi Denmark berjudul Beast karya Christoffer Boe.

It's Such a Beautiful Day karya Don Hertzfeldt berhasil terpilih sebagai film animasi pendek terbaik tahun ini. Penghargaan khusus New Flash Award yang ditujukan kepada sineas muda yang menghasilkan film feature pertama jatuh kepada Charles de Lauzirika untuk filmnya yang bertema thriller criminal berjudul Crave.

Penghargaan khusus lainnya, yaitu film pendek internasional terbaik, diraih oleh sutradara Stian Kristiansen melalui karyanya yang bertajuk Videoboy. Film tersebut bercerita tentang seorang remaja yang memberi penghormatan untuk film-film horor tahun 1980-an.

Mandiri

Festival yang digelar di Montreal, Kanada, dari 14 Juli hingga 7 Agustus itu adalah kompetisi film mandiri dan kerap diikutip para sineas Asia.

Bahkan sutradara terkenal Quentin Tarantino menganggap festival ini menjadi ajang prestisius untuk kontinen Asia, walau diadakan di Kanada. Gelaran ini kali pertama dilaksanakan pada 1996 dan menjadi ajang festival film yang berpengaruh di daratan Amerika Utara.

Festival yang banyak diikuti sineas Asia ini mengusung genre-genre baru dalam perfilman berkelas di dunia.

Walau hanya diikuti para sineas Asia, festival ini juga menjadi barometer film dengan cerita yang lebih variatif dan populer di Asia, Eropa, dan Amerika. Pada Juli 2011 festival ini merayakan ulang tahun ke-15 dan tetap digelar di Montreal.

Dalam perjalanannya festival ini menjadi tempat berkumpul para sineas dunia dan para pemangku kepentingan industri film. Mereka mulai tertarik pada perfilman Asia dan Eropa yang punya ciri tersendiri ketimbang film Hollywood.

Walau dari segi popularitas maih kurang, hanya saja festival ini cukup dikenal di kalangan sineas Amerika Serikat. Dalam festival ini berkumpul para produser, sutradara, aktor, perusahaan film, dan distributor film sehingga bisa menjadi sarana yang tepat bagi mereka untuk bertemu dan berdiskusi soal film-film bermutu. (Berbagai Sumber)

 

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



    0 Komentar :


    Isi Komentar :
    Nama :
    Jenis Kelamin : L P
    Email :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     

    Editor Choice

    , 23 April 2014 00:00:00 WIB

    12 Batang Emas di Perut Warga India

    , 23 April 2014 00:00:00 WIB

    Mengapa Perempuan Lebih Tertarik pada Musisi?