Rumah Dodol Mugi Jaya Kebanjiran Pesanan
Parluhutan Gultom | Jumat, 10 Agustus 2012 - 14:21 WIB
: 1097


(SH/Parluhutan Gultom)
Dapur Rumah Dodol Mugi Jaya tidak pernah berhenti berproduksi.

TANGERANG - Sibuk. Suasana itu jelas terlihat mana kala kita menginjakkan kaki ke rumah Dodol Mugi Jaya (DMJ) di Jalan Cilenggang 1 Pelayangan, RT 04/02, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Maklum, home industri yang memproduksi Dodol Cilenggang ini sudah mulai kebanjiran pesanan sejak hari pertama bulan ramadhan. Tak tanggung-tanggung, pada lebaran Idul Fitri 1433 H ini, rumah DMJ sudah menerima order hingga 20 ton lebih.

 

“Kalau dulu saya hanya memproduksi dodol saat bulan Ramadhan saja. Tapi sekarang, seiring tingginya permintaan konsumen, saya jadi harus memproduksi setiap hari. Dan, tiap kilogram dodol kami jual dengan harga Rp. 28.000,” ujar Iyuk Rukmiati (50) pemilik usaha DMJ, Selasa (7/8).

Usaha rumah DMJ, mulai digeluti Iyuk sejak 1994 silam. Berawal dari usaha kecil-kecilan dengan alat produksi satu tungku dodol. Sejalan dengan perjalanan waktu, usaha ini pun terus berkembang maju.

Kini, produksi terus berjalan setiap hari dan usahanya bukan hanya berkembang pesat hingga 6 tungku tetapi bisa mempekerjakan karyawan dan mampu menggaji hingga 30 orang karyawan.

Tingginya pesanan dodol dari pelanggan, jelas membuat dapur rumah DMJ tak pernah berhenti untuk berproduksi., setiap hari berproduksi. Bahkan, kini DMJ sudah bisa memproduksi rata-rata hingga 2 ton dodol perharinya.

Umumnya, pemesan dan pembeli dodol itu datang langsung ke rumah DMJ. Dan, kebanyakan dari pemesan dan pelanggan DMJ adalah pelanggan tetap. Para pemesan ini bermacam-macam tujuan. Ada yang sekadar untuk kebutuhan sendiri ada pula yang dijual kembali.“Pemesan ada yang untuk dijual kembali. Tapi tak sedikit juga yang memesan untuk konsumsi pribadi,” ujar Iyuk lagi.

Ke depan, Iyuk berharap dodol buatannya, bukan hanya sekadar memenuh8i kebutuhan sehari-hari para konsumen tapi bisa menjadi salah satu icon panganan khas yang diakui oleh Pemerintah Tangsel.

“Kami sudah mempatenkan dodol produksi DMJ ini. Dan, kami berharap pemerintah setempat mau mengakui dodol ini menjadi salah satu panganan khas Tangsel,” ujar Iyuk lagi.

Sementara Iin (26), salah seorang pelanggan tetap dodol produksi rumah DMJ, mengaku sangat suka dengan rasa dodol produksi rumah DMJ.

Terbukti, , sampai saat ini Iin tercatat sudah 6 tahun menjadi pelanggan di rumah DMJ tersebut.“Rasa dodol di sini sangat khas. Pokoknya, sangat berbeda dengan dodol lainnya. Apalagi, dodol di sini bisa tahan sampai tiga bulan lamanya. Memang terasa beda,” ujar Iin lagi.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tangerang Selataan (Tangsel), Gusri Effendi mengklaim belum berkembangnya makanan khas Tangsel seperti Dodol Cilenggang dan Kacang Sangrai, bukan karena kurang enak rasanya tapi karena kurangnya perhatian dari pemerintah setempat.

 

Pemerintah seharusnya memberi doorongan dan fasilitas sehingga makanan khas daerah ini menjadi lebih terkenal dan berkembang lebih besar lagi.“Karena promosi dan penjualannya kurang maksimal, industry rumahan ini menjadi kurang optimal dalam pengembangannya. Seharusnya, pemerintah daerah bisa mengangkat kedua jenis makanan khas ini dalam bagian wisata kuliner," ujar Gusri lagi.

Menurut Gusri, kondisi itulah yang belakangan memaksa para industri rumahan mengubah pola pikir untuk menyesuaikan produksi dengan keinginan pasar. Akibatnya, nilai budaya dari kedua jenis makanan khas itupun menjadi hilang.

“Seharusnya, untuk produk yang bernilai budaya, kita tidak boleh mengubah produk yang ada sesuai keinginan pasar. Tapi, memikirkan bagaimana cara menjualnya agar laku di pasaran. Dan, di sinilah perlu peran aktif pemerintah,” katanya.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



    1 Komentar :

    agus
    13 Agustus 2012 - 11:49:31 WIB

    Minta nomer telepon nya.
    << First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
    Isi Komentar :
    Nama :
    Jenis Kelamin : L P
    Email :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     

    Editor Choice

    , 19 April 2014 00:00:00 WIB

    Arema Siap Membungkam PBR

    , 19 April 2014 00:00:00 WIB

    Panwascam Diancam Dibunuh