Spesies Terbaru Manusia Ditemukan di Kenya
Dina Damayanti | Jumat, 10 Agustus 2012 - 14:57 WIB
: 184


(Foto:dok/bbc.co.uk)
Setidaknya ada tiga spesies manusia yang berbeda yang hidup bersama di Afrika.

LONDON - Para peneliti yang mempelajari fosil dari Kenya sebelah utara telah mengidentifikasi satu spesies terbaru manusia yang hidup dua juta tahun yang lalu.

Dengan demikian, hasil temuan ini menujukkan bahwa setidaknya ada tiga spesies manusia berbeda yang hidup berdampingan di Afrika.

Penelitian ini juga semakin menambah bukti yang menentang persepsi populer bahwa ada evolusi linier sejak dari awal primata hingga manusia modern.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Nature.

Para antropolog telah menemukan tiga fosil manusia yang berusia antara 1,78 dan 1,95 juta tahun. Spesimen fosil itu terdiri wajah dan dua rahang beserta gigi.

Penemuan ini mendukung pemikiran bahwa tengkorak yang ditemukan tahun 1972 merupakan spesies manusia yang berbeda, yang dikenal sebagai Homo rudolfensis. Tengkorak tersebut terlihat berbeda jika dibandingkan dengan tengkorak lainnya yang ada pada saat itu. Tengkorak tersebut memilliki otak yang relatif besar dan wajah datar yang panjang.

Namun selama 40 tahun tengkorak tersebut hanya satu-satunya contoh dari spesies manusia tersebut sehingga tidak mungkin mengatakan secara pasti apakah manusia tersebut merupakan spesimen yang tidak biasa atau merupakan bagian dari spesies terbaru.

Dengan ditemukannya tiga fosil terbaru ini para peneliti bisa mengatakan dengan lebih pasti bahwa Homo rudolfensis benar-benar merupakan tipe manusia yang berbeda yang pernah hidup sekitar 2 juta tahun yang lalu bersama-sama dengan spesies manusia lainnya.

Untuk jangka waktu yang lama diketahui bahwa nenek moyang manusia paling tua adalah dari spesies yang primitif, yang hidup sekitar 1,8 juta tahun yang lalu yang disebut Homo erectus. Mereka memiliki kepala kecil, alis menonjol dan berdiri tegak.

Namun 50 tahun yang lalu, para peneliti menemukan spesies manusia yang jauh lebih tua dan primitif lagi yang disebut Homo habilis yang kemungkinan pernah hidup bersama-sama dengan Homo erectus. Kini kelihatannya Homo rudolfensis juga hidup bresama-sama mereka dan menimbulkan kemungkinan bahwa banyak spesies manusia lainnya yang juga hidup di masa itu.  

Ini merupakan bukti terbaru yang menantang pendapat bahwa spesies manusia berevolusi dalam pergerakan linear yang halus sejak nenek moyang primata manusia.

Sebaliknya, menurut Dr Meave Leaku dari Institut Turkana Basin di Nairobi, yang memimpin penelitian mengatakan bahwa hasil temuan ini memperlihatkan bahwa keragaman sudah ada sejak awal evolusi manusia terjadi.

"Masa lalu kita adalah masa lalu yang beraneka ragam," ujarnya kepada BBC News, Rabu (8/8). "Spesies manusia berevolusi dengan cara yang sama seperti spesies binatang lainnya berevolusi. Tidak ada yang unik mengenai manusia sampai kita mulai membuat alat-alat dari batu yang canggih."

Dalam kelompok lainnya yaitu binatang banyak spesies berbeda yang berevolusi, masing-masing dengan ciri-ciri baru, seperti bulu burung atau kaki berselaput. Jika cici-ciri baru ini lebih baik beradaptasi dengan lingkungannya maka spesies baru ini akan berkembang biak, namun jika tidak maka spesies itu akan punah.

Menurut Profesor Chris Stringer dari Museum Sejarah Alam di London, bukti fosil yang jumlahnya bertambah membuktikan bahwa evolusi manusia mengikuti pola yang sama.

"Manusia kelihatannya telah berevolusi dalam cara yang berbeda-beda di wilayah yang berlainan. Itu hampir seolah-olah alam mengembangkan prototipe manusia yang berbeda dengan atribut yang berbeda, hanya satu dari leluhur spesies kita itu yang berhasil dalam evolusi," katanya.

Menurut Dr Leaky, bertambahnya bukti ini menyatakan bahwa manusia bervolusi sama dengan binatang lainnya yang menunjukkan bahwa evolusi memang benar terjadi.

"Ini mengantarkan ke sebuah adaptasi yang menakjubkan dan spesies yang luar biasa dan manusia adalah salah satunya," sahutnya.

 

Sumber : BBC

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Bayern Fokus Hadapi Eintracht Braunschweig

, 19 April 2014 00:00:00 WIB

Beberapa Mayat Ditemukan di Ferry Korsel