Miranda Tolak Disebut Janjikan Imbalan
Diamanty Meiliana | Jumat, 10 Agustus 2012 - 15:22 WIB
: 271


(dok/SH)
Dia sama sekali tidak mau jika uang itu merupakan imbalan.

JAKARTA – Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Miranda S Goeltom membantah pernah menjanjikan sejumlah uang bagi anggota Komisi IX periode 1999-2004 apabila ia dimenangkan menjadi DGS BI melalui uji kelayakan dan kepatutan tahun 2004.

Bantahan tersebut dia kemukakan untuk menanggapi keterangan dua saksi yang dihadirkan dalam persidangannya kemarin, Kamis (9/8).

Saksi pertama yaitu mantan anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 Agus Condro. Agus dalam pengakuannya mengatakan mengira cek pelawat yang didapatnya sehari setelah pemilihan DGS BI tersebut ada kaitannya dengan pemenangan Miranda tersebut.

Menurut Agus, hal tersebut terkait karena sebelum ada pemilihan, fraksinya, fraksi PDIP, diajak bertemu dengan Miranda di Hotel Dharmawangsa.

Lalu pertemuan tersebut dilanjutkan dengan pertemuan kelompok fraksi (poksi) PDIP di Komisi IX yang isinya mengimbau agar dia dan kawan-kawan PDIP di Komisi IX memilih Miranda.

Agus mengatakan, ia memang memilih Miranda karena imbauan pemimpin Fraksi PDIP saat itu, yaitu Tjahjo Kumolo. “Pada rapat Poksi Komisi IX PDIP itu kan ditegaskan supaya teman-teman fraksi memilih Miranda. Saya pilih dia karena memang alasannya rasional, dia lebih kompeten dibanding calon yang lain,” ujarnya.

Dia mengatakan, Tjahjo sempat menyebutkan Miranda bersedia memberikan “imbalan” Rp 300 juta terkait pemilihan tersebut. Namun, masih kata Agus menirukan Tjahjo, kalau pun fraksinya meminta Rp 500 juta, Miranda tidak keberatan.

Secara terpisah, Hamka mengatakan ia juga memilih Miranda karena ada imbalan yang dijanjikan kepadanya. Hal tersebut terungkap ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi pengakuan Hamka saat masih penyelidikan.

Anda pernah mengatakan kalau di Komisi IX, apabila berkaitan dengan pemilihan di lembaga mitra, kalau tidak ada amplopnya ya tidak dipilih, apa itu benar?” tanya JPU Supardi yang dibenarkan oleh Hamka.

Secara terpisah, Miranda membantah pernah menjanjikan uang seperti yang dimaksudkan oleh Agus. Dia menyebut tidak pernah berbicara seperti itu dengan Tjahjo.

Saya keberatan yang mulia karena saya tidak pernah menyatakan seperti itu ke Tjahjo Kumolo,” katanya singkat.

Miranda didakwa dengan dua pasal, yaitu Pasal 5 dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi karena diduga bersama-sama dengan Nunun Nurbaeti memberikan sejumlah uang atau hadiah ke anggota DPR periode 1999-2004. Dengan pasal ini, Miranda terancam 5 tahun hukuman penjara.

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 00 0000 00:00:00 WIB

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Dua  Warga Malaysia Edarkan Narkoba di Riau