AS Jatuhkan Sanksi atas Perusahaan Minyak Suriah
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 10:11 WIB
: 413


(AP/Photo)
Hizbullah dituding memberi dukungan bagi pemerintah al-Assad.

WASHINGTON - Amerika Serikat menjatuhkan babak baru hukuman simbolis terhadap Suriah, Jumat (10/8), dengan sasaran perusahaan minyak yang dioperasikan negara, Sytrol, serta Hizbullah karena memberi dukungan bagi pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Kelompok Syiah Lebanon tersebut, yang bersekutu dengan Iran dan dibidik oleh Amerika Serikat sebagai "organisasi teroris" pada 1990-an, telah memberi pelatihan dan dukungan logistik luas bagi pemerintah Suriah, kata Departemen Keuangan AS.

Bashar berusaha menggilas pemberontakan 17-bulan di Suriah, negara strategis yang berbatasan dengan Lebanon, Israel, Jordania, Irak dan Turki.

Para pejabat AS mengatakan mereka tidak mengetahui apakah sanksi tersebut akan memiliki dampak keuangan bagi Hizbullah atau apakah negara lain akan memberlakukan hukuman ekonomi terhadap kelompok itu.

Ia mengisyaratkan itu semata-mata bersifat simbolis, demikian laporan Reuters --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu. Semua aset Hizbullah yang berada di bawah Jurisdiksi AS telah dibekukan selama bertahun-tahun berdasarkan instruksi sebelumnya.

"Kami percaya jika mereka (negara lain) diberikan informasi ini ... mereka mungkin ingin melakukan tindakan tambahan dan untuk jangka panjang itu akan membatasi ruang gerak bagi operasi Hizbullah," kata Daniel Benjamin, Koordinator bagi Kontra-terorisme di Departemen Luar Negeri AS.

"Kami memang menyaksikan manfaat nyata dari rancangan ini, apakah itu akan berkisar pada daerah sanksi keuangan atau tidak masih belum terlihat. Namun dalam hal memberi seberkas cahaya mengenai apa yang kelompok tersebut lakukan, saya kira itu sangat penting," kata Benjamin kepada wartawan.

Amerika Serikat telah menuduh Hizbullah secara langsung melatih para pejabat pemerintah Suriah di dalam negeri itu dan memfasilitasi pelatihan pasukan Suriah oleh Korps Pengawal Revolusi Islam Iran.

Warga negara Amerika telah dilarang berbisnis dengan Hizbullah sejak dikeluarkannya rancangan teroris asing dan bank sentral Suriah serta para pejabat tinggi pemerintah sudah dicegah memasuki pasar AS.

Pengumuman itu dikeluarkan saat Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton bertolak menuju Turki sementara kedua negara tersebut berusaha menangani aksi perlawanan di Suriah, tempat pasukan Bashar berusahan menguasai kembali Aleppo, kota terbesar di Suriah.

Washington juga menjatuhkan sanksi tambahan atas perusahaan minyak yang dikelola negara Suriah, Sytrol, karena telah menyediakan bensin buat Iran. Hukuman baru itu menghalangi transaksi properti dan perbankan AS oleh Sytrol, kendati lembaga AS sudah dilarang berhubungan dengan perusahaan tersebut.

Sytrol dihukum pada Jumat, berdasarkan Akta Sanksi Iran, yang telah diperkuat dalam beberapa tahun belakangan guna membuat lebih sulit bagi perusahaan untuk berdagang dengan sektor energi di Iran.

Barat mencurigai Iran berusaha membuat senjata nuklir, tapi Teheran telah berulang-kali membantah tuduhan tersebut. Iran menyatakan program nuklirnya semata-mata bertujuhan sipil seperti menghasilkan energi listrik.

Seorang pejabat pemerintah Barack Obama mengatakan sanksi baru tersebut dirancang untuk kian mencegah masyarakat pengusaha internasional bekerjasama di sektor energi dengan perusahaan Suriah dan Iran.
Sumber : Ant/Rtr

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 00 0000 00:00:00 WIB

, 16 April 2014 00:00:00 WIB

Hormati Keluarga MH 370, Tiongkok Batalkan Parade Internasional