Sistem Perizinan Investasi Diperbaiki
Moh Ridwan | Selasa, 14 Agustus 2012 - 13:45 WIB
: 356


(dok/ist)
Dengan layanan online tracking, setiap calon investor akan diberikan pin.

JAKARTA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Chatib Basri berjanji akan memperbaiki sistem perizinan untuk investasi di Indonesia.

Bahkan, dalam waktu dekat ini, BKPM segera meluncurkan layanan online tracking untuk melacak status surat perizinan yang diajukan para calon investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.

"Saya terinspirasi dengan sistem pengiriman barang di Amazon.com (situs belanja daring-red), di mana setiap hari kita bisa lacak keberadaan barang yang kita pesan sampai barang tersebut tiba di tangan kita. Konsep semacam itu yang akan saya terapkan di BKPM. Mudah-mudahan September nanti kami sudah bisa luncurkan," kata Chatib, di sela acara buka puasa bersama Forum Pemimpin Redaksi di kediaman Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat, di Jakarta, Senin (13/8).

Menurut Chatib, dengan layanan online tracking tersebut, nantinya setiap calon investor akan diberikan pin untuk mengakses keberadaan surat perizinan investasi mereka, sehingga seluruh informasi mengenai perizinan yang diajukan bisa diketahui prosesnya.

"Kemudahan semacam ini yang dibutuhkan para calon investor, terlebih lagi saat ini Indonesia menjadi salah satu tempat tujuan investasi yang paling favorit di kawasan Asia," ujarnya.

Terkait rencana investasi besar yang akan ditanamkan Foxconn Technology Group, perusahaan pembuat komponen elektronik terbesar di dunia asal Taiwan, Chatib membenarkan rencana tersebut.

Bahkan, menurut Chatib, saat ini perwakilan Foxconn Technology Group telah ada di Indonesia untuk mematangkan rencana investasi mereka.

Seperti diberitakan SH sebelumnya, Foxconn Technology Group membutuhkan lahan 500 hektare untuk membangun pabrik komponen elektronik terintegrasi di Indonesia.

Foxconn Technology Group adalah sebuah perusahaan multinasional yang berlokasi di Taiwan dengan kantor pusat di Tucheng, Taiwan dan merupakan bagian dari Hon Hai Precision Industry Co Ltd.

Foxconn adalah pembuat komponen elektronik terbesar di dunia, termasuk pencetakan papan sirkuit. Foxconn terkenal karena dominasinya di sektor outsourcing khusus, sehingga populer di kalangan perusahaan-perusahaan Eropa, Jepang, dan Amerika yang ingin mengurangi biaya tenaga kerja mereka tanpa mengorbankan kualitas.

Produk yang terkenal diproduksi Foxconn termasuk iPhone dan iPad. Foxconn adalah eksportir terbesar di China dan eksportir terbesar kedua di Republik Cek.

Sanggupi Permintaan

Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat menyanggupi permintaan Foxconn Technology Group yang membutuhkan lahan 500 hektare untuk membangun pabrik komponen elektronik terintegrasi di Indonesia.

"Laporan dari Dirjen saya, mereka butuh 500 hektare. Akan dimulai dengan 50 hektare, lalu 200 dan seterusnya. Kemungkinan dibagi menjadi tiga lokasi," kata Menperin, usai menggelar acara buka puasa bersama, di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Menperin, untuk saat ini lahan yang sesuai keinginan investor tersebut memang masih terpusat di Pulau Jawa, karena infrastrukturnya sudah jauh lebih maju dibandingkan daerah lainnya.

Meski demikian, untuk mencari lahan seluas 500 hektare di Pulau Jawa yang terpusat di satu kawasan industri memang agak susah.

Solusinya, lanjut Menperin, pemerintah kemungkinan akan menawarkan tiga lokasi di Pulau Jawa yang akan dijadikan basis produksi komponen elektronik yang akan dibangun Foxconn Technology Group tersebut. "Lokasinya tetap di Pulau Jawa, tetapi kemungkinan di provinsi yang berbeda," tuturnya.

 

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 16 April 2014 00:00:00 WIB

Miley Cyrus “Patah Hati”, Konser Dibatalkan

, 16 April 2014 00:00:00 WIB

Berakhir, Program Perdamaian World Bank di Aceh