Korsel Minta Maaf soal Hiu Tutul
Albertina S.C. | Rabu, 22 Agustus 2012 - 16:51:27 WIB
(Hiu paus dilindungi oleh Konvensi Perdagangan Spesies Langka./PA)Pengelola akuarium di Korea Selatan meminta maaf atas kematian ikan hius paus di penangakaran.
JAKARTA – Pengelola sebuah akuarium di Korea Selatan meminta maaf secara terbuka atas kematian ikan hiu paus yang ditawan. Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Rabu (22/8), pengelola juga mengatakan akan melepaskan hiu paus satunya menyusul protes dari kelompok penggiat konservasi.
"Kami mengakui kurang melakukan persiapan yang tepat (untuk mempertahankan hiu paus di penangkaran) dan kami menyesal menyebabkan keprihatinan di masyarakat," kata pengelola Aqua Planet, yang baru dibuka bulan silam di pulau selatan Jeju, dalam sebuah pernyataan.
Hiu paus atau hiu tutul ini adalah ikan terbesar di dunia yang dilindungi oleh Konvensi Perdagangan Spesies Langka Internasional.
Pihak akuarium mengatakan pasangan ikan hiu paus itu tertangkap secara kebetulan dalam jaring seorang nelayan dari pulau Jeju, bulan silam. Penangkapan ini terjadi sekitar satu minggu sebelum fasilitas itu dibuka untuk umum.
Satu ekor ikan hiu paus berhenti makan sekitar akhir bulan silam dan tewas akhir pekan silam.
Federasi Korea untuk Gerakan Lingkungan Jeju mengatakan ikan hiu paus itu tewas karena kesulitan yang ekstrem di penangkaran. Lembaga ini juga mengeritik pengelola akuarium yang menempatkan pasangan hiu paus ini dalam tangki sepanjang 82 kaki panjang, 23 meter, dan lebar 8,5 meter, bersama dengan 8.000 ikan lain.
Kesadaran konservasi mulai tumbuh di Korea Selatan. Jeju akan menjadi tuan rumah kongres internasional besar soal isu ini bulan depan.
April silam, pengadilan di Pulau Jeju memerintahkan pelepasan lima lumba-lumba yang telah ditangkap tanpa izin dan digunakan dalam pertunjukan sirkus.
"Kami mengakui kurang melakukan persiapan yang tepat (untuk mempertahankan hiu paus di penangkaran) dan kami menyesal menyebabkan keprihatinan di masyarakat," kata pengelola Aqua Planet, yang baru dibuka bulan silam di pulau selatan Jeju, dalam sebuah pernyataan.
Hiu paus atau hiu tutul ini adalah ikan terbesar di dunia yang dilindungi oleh Konvensi Perdagangan Spesies Langka Internasional.
Pihak akuarium mengatakan pasangan ikan hiu paus itu tertangkap secara kebetulan dalam jaring seorang nelayan dari pulau Jeju, bulan silam. Penangkapan ini terjadi sekitar satu minggu sebelum fasilitas itu dibuka untuk umum.
Satu ekor ikan hiu paus berhenti makan sekitar akhir bulan silam dan tewas akhir pekan silam.
Federasi Korea untuk Gerakan Lingkungan Jeju mengatakan ikan hiu paus itu tewas karena kesulitan yang ekstrem di penangkaran. Lembaga ini juga mengeritik pengelola akuarium yang menempatkan pasangan hiu paus ini dalam tangki sepanjang 82 kaki panjang, 23 meter, dan lebar 8,5 meter, bersama dengan 8.000 ikan lain.
Kesadaran konservasi mulai tumbuh di Korea Selatan. Jeju akan menjadi tuan rumah kongres internasional besar soal isu ini bulan depan.
April silam, pengadilan di Pulau Jeju memerintahkan pelepasan lima lumba-lumba yang telah ditangkap tanpa izin dan digunakan dalam pertunjukan sirkus.
Sumber : The Telegraph
BERITA TERKAIT
- Pemerintah Pastikan Stok Ikan Aman
- Harga Ikan di Semarang Naik
- Menkominfo Yakin Internet Lokal Setara Korsel
- Harga Ikan di Palu Melonjak
- China, India, dan Korsel Bisa Jadi Sekutu RI Hadapi Krisis
1 Komentar :
Liezztia
29 November 2012 - 18:26:27 WIB
thenk you
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :






