Misteri Kuburan Meneer Coen
Norman Meoko | Kamis, 19 April 2012 - 10:43 WIB
: 1445


(dok/ist)
Ya, mungkin karena Jan Pieterzoon Coen bertubuh kerempeng dan berkumis tipis.

Ternyata makam-makam kuno sisa peninggalan masa Batavia dulu tidak seluruhnya berisi jenazah. Banyak juga di antaranya begitu digali atau terkena gusuran akibat pembangunan yang pesat di masa Gubernur Ali Sadikin dulu, kosong melompong padahal di atas kuburan itu terdapat batu nisan yang menuliskan nama pejabat Kumpeni Belanda atau tuan tanah di kota Batavia yang dikubur di situ.

Karena banyak makam peninggalan Batavia tersebut kosong melompong muncul rumor yang menyebutkan bahwa makam Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen yang dikenal sebagai orang pertama Belanda yang memulai penjajahan di kota Batavia itu di Balai Kota (Stadhuis) – kini Museum Fatahillah Jakarta – juga sama sekali tidak berisi jenazah atau mayat gubernur jenderal yang oleh orang Betawi dijuluki sebagai Meneer Jangkung atau disingkat JP Coen.

Catatan sejarah dibuat pemerintah Belanda yang diterjemahkan dalam pelbagai literatur asing menyebutkan, Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen mangkat pada 20 menjelang 21 September 1629 karena terkena penyakit kolera. Ketika itu dia masih berumur 42 tahun. Masih sangat muda untuk ukuran seorang gubernur jenderal di pemerintahan Kumpeni Belanda.

Disebutkan bahwa jenazah atau mayat Jan Pieterszoon Coen dimakamkan di lahan gereja tidak jauh dari gedung Balai Kota (Stadhuis). Belakangan diketahui bahwa kuburan yang dimaksud tersebut adalah kuburan yang kini telah menjadi Museum Wayang yang letaknya memang berseberangan dengan halaman gedung Balai Kota tempat menggantung para tahanan atau penjahat yang telah divonis mati oleh Dewan Kotapraja (College van Schepenen).

Kesimpulan para sejarawan Belanda itu masuk akal juga karena mengutip keterangan Eva, janda mendiang Jan Pieterszoon Coen yang mengakui bahwa suaminya memang dikubur di sebuah lahan kuburan tidak jauh dari gedung Balai Kota. Setelah penguburan itu, Eva bersama putrinya Johanna langsung pulang ke kampung halamannya di Negeri Belanda. Namun sayang, belum genap enam bulan, putri hasil perkawinannya dengan Jan Pieterszoon Coen yakni Johanna, meninggal dunia.

Namun, jika dikaitkan dengan fakta bahwa banyak makam tua peninggalan di masa Batavia dulu yang setelah digali ternyata isinya kosong melompong, bukan tidak mungkin makam yang katanya adalah makam Jan Pieterszoon di Museum Wayang sebenarnya bukan jenazah gubernur jenderal tersebut.

Bisa jadi kosong sama sekali atau jenazah orang Belanda lainnya. Sejarawan Sugiman MS, dalam bukunya Jakarta dari Tepian Air ke Kota Proklamasi berkeyakinan bahwa Jan Pieterszoon Coen tewas bukan karena terserang penyakit kolera tetapi lantaran serangan pertama pasukan Mataram.

Masih menurutnya, makam yang ditunjuk sebagai makam Jan Pieterszoon Coen sebenarnya bukan jenazah sang gubernur jenderal yang dikebumikan tetapi mayat orang lain. Lantas: mana yang benar nih?

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



    0 Komentar :


    Isi Komentar :
    Nama :
    Jenis Kelamin : L P
    Email :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     

    Editor Choice

    , 23 April 2014 00:00:00 WIB

    12 Batang Emas di Perut Warga India

    , 23 April 2014 00:00:00 WIB

    Mengapa Perempuan Lebih Tertarik pada Musisi?