Marzuki Alie Merasa Dijegal PBSI
Henri Loedji | Kamis, 20 September 2012 - 12:50 WIB
: 399


(dok/ist)
Alasan tidak melengkapi berkas, Marzuki dinyatakan gugur oleh panitia pelaksana Munas.

JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) PB PBSI yang akan mulai digelar Kamis (20/9) dipastikan hanya akan menjadi tempat “pertempuran” dua calon, yaitu Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Ketua Pengprov PBSI DKI Jakarta Icuk Sugiarto.
 
Nama kandidat yang terakhir mencuat, Marzuki Alie, dinyatakan gugur dalam bursa pencalonan karena tidak melengkapi berkas.

Hal itu disampaikan oleh Panitia Pelaksana Munas PBSI Koesdarto Pramono. “Hingga batas waktu yang diberikan, yaitu pukul 12.00, pihak Marzuki belum juga melengkapi berkas yang kurang, yaitu surat rekomendasi,” ujar Koesdarto di Cipayung, Rabu (19/9).

Sesuai dengan AD/ART formulir pencalonan sebagai ketua umum harus dilengkapi dengan satu surat pernyataan dan surat rekomendasi yang dibuat oleh pengprov yang mencalonkan.
 
Namun hingga Rabu pagi, kata Koesdarto, pihak Marzuki hanya mengirimkan surat pernyataan dukungan yang datang dari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). “Kami konsisten pada persyaratan yang ada. Jadi secara otomatis ia gugur,” ujar Koesdarto.

Pernyataan ini sontak dibantah Marzuki. Ia merasa ada yang janggal dengan pengeliminasian itu. Pasalnya, Provinsi Sultra menyatakan sudah mengirim semua dokumen melalui surat elektronik kepada PBSI pukul 11.45 namun pihak PBSI menyatakan tidak menerimanya.
 
Menurut dia, PBSI harusnya mendengar terlebih dahulu program yang diusung sebelum memutuskan layak atau tidak memimpin PBSI.

“Banyak daerah yang ingin mengusung calon ketua baru tapi seolah dijegal. Ini adalah organisasi olahraga, seharusnya didengar dulu program yang diusung,” ujar Marzuki  melalui sambungan telepon seluler.

Sebelumnya, politikus Partai Demokrat itu mengaku telah mengantongi dukungan dari beberapa pengprov, di antaranya Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Bangka Belitung, Jambi, dan Sumatera Selatan.
 
Meski “ditolak” oleh PBSI, Marzuki enggan memperkeruh masalah. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada para pengprov yang mendukungnya. “Saya tidak ada soal dengan keputusan ini. Saya maju karena saya direkomendasikan oleh pengprov. Jadi saya serahkan sepenuhnya kepada pengprov,” ujar Marzuki.

Marzuki menyatakan tidak akan memaksakan diri sebagai ketua umum. “Saya dicalonkan beberapa pengprov. Kalau mereka tetap mendukung saya, saya persilakan. Saya siap mengembalikan kejayaan bulu tangkis,” kata ketua DPR itu via telepon.

PBSI menyatakan hingga batas akhir pendaftaran nama Icuk dan Gitalah yang lolos seleksi berkas. Icuk telah mendaftarkan diri pada 3 Septembar dengan rekomendasi Pengprov DKI Jakarta.
 
Sementara Gita menyerahkan berkas pendaftaran pada 5 September dengan rekomendasi Provinsi DIY. Gita merupakan calon yang diusung langsung petahana Djoko Santoso.

Munas PBSI akan berlangsung mulai hari ini hingga 22 September bertempat di Hotel Plaza Yogyakarta. Selain pemilihan ketua umum, Munas juga akan membahas program kerja dan evaluasi program kerja, penyempurnaan AD/ART, serta agenda lainnya. Panitia penyelenggara menyatakan 33 pengprov telah menyatakan diri hadir dalam agenda empat tahunan itu.

Meski ditolak, Pengurus Provinsi PBSI Maluku Utara tetap mendukung Marzuki dalam Munas PBSI yang berlangsung di Yogyakarta, 20-22 September.
 
Berkas pencalonan Marzuki ditolak dengan alasan tidak lengkap. Padahal tim sukses Marzuki membuktikan mereka sudah melengkapi semua dokumen yang disyaratkan sebelum tenggat Selasa (18/9) pukul 12.00 WIB.

“Ada kekeliruan yang dilakukan panitia pemilihan. Semestinya, jika belum lengkap, yang memutuskan apakah calon itu bisa maju atau tidak adalah peserta Munas. Apalagi ternyata berkas pencalonan Marzuki lengkap,” ujar Ketua Umum Pengprov PBSI Maluku Utara, Imran Chalil, di Jakarta, Rabu.
 
Imran menyatakan ada 18 pengprov yang mendukung Marzuki tanpa merincinya. Anggota tim sukses Marzuki, Edhi Prasetyo, mengatakan pencalonan Marzuki sempat ditolak karena tidak disertai pernyataan dukungan.
 
Padahal pernyataan dukungan dari Pengprov Sulawesi Tenggara sudah dikirimkan lewat surat elektronik dan diterima pihak PBSI.

“Di berkas ini bisa dilihat bahwa surat elektronik yang kami kirim telah diterima pada pukul 11.47 WIB, yang artinya belum melewati tenggat. Pada sore harinya, kami juga menerima surat elektronik dari PBSI yang menyatakan berkas kami sudah diterima. Jadi cukup mengherankan jika ternyata Marzuki ditolak dengan alasan dokumennya tidak lengkap,” ujar Edhi. (CR-31)
Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Panglima TNI Bantah Minta Maaf ke Singapura

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Masyarakat Keluhkan 'Soal Jokowi' di UN