Pleci, Burung Mungil Mulai Diminati
Nofanolo Zagoto | Sabtu, 13 Oktober 2012 - 11:16 WIB
: 3016


(dok/SH)
Burung kacamata atau pleci memiliki banyak jenis yang berbeda di setiap wilayah endemiknya.

Sepuluh kandang berisi burung pleci itu diletakkan di depan rumah Altaf. Tubuh burung yang kecil, dengan beragam warna, rata-rata kuning atau hijau, semakin indah dengan ciri khas warna hitam atau putih di sekeliling matanya.

Warna tubuhnya paduan hitam, hijau dan kekuningan. Pada beberapa burung ada yang dadanya kekuningan dan keabuan. “Ini saya punya beberapa burung kacamata. Rata-rata bukan peliharaan dari kecil. Kalau yang dari kecil itu lebih bagus lagi,” ujarnya.

Altaf memelihara burung kacamata sampai sepuluh ekor. Makanannya, voer atau pur, buah-buahan, seperti tomat, pisang dan pepaya. "Dia mau apa aja kok, yang penting buah. Cuma pisang, kalau burung saya kurang suka. Lebih suka tomat, kalau tomat dia langsung habis," ujarnya.

Di sangkar bambu yang dipelitur warna cokelat, suara burung pleci melengking pendek; mengingatkan pada suara burung emprit namun lebih tebal. Suaranya tetap berbeda antara burung pleciyang satu dengan yang lainnya. Ada pleci yang di sekeliling matanya berbulu putih dengan pleci yang di sekeliling matanya berbulu hitam.

Perawatannya pun mudah. Burung pleci, kalau pun tak dimandikan, dia akan mandi sendiri. "Kalau soal mandi, biarkan saja dijemur, nanti dia juga mandi sendiri. Burung pleci, tergantung cuaca, kalau panas disinari matahari pagi, dia akan mandi dalam tempat minum di dalam sangkar," ujarnya.

Si kecil yang mungil ini belakangan mulai marak di pasaran burung. Harganya relatif lebih murah ketimbang burung-burung yang lain, sebutlah murai batu, poksai, dan burung hias lainnya.

Pleci memiliki puluhan varian, antara lain burung kacamata Sulawesi (Zosterops consobrinorum), Kacamata Jawa (Zosterops flavus), Kacamata Makasar (Zosterops anomalus), Kacamata laut (Zosterops chloris), Kacamata Wallacea (Zosterops wallacei) dan banyak lagi jenis lainnya.

Chairullah (22) juga setuju kalau merawat burung pleci itu mudah. Katanya dengan catatan si pemilik rajin membersihkan kandang dan menyediakan air yang banyak di sangkar setiap harinya. Ini karena si burung mungil itu suka “bermain” air. Pleci pun dikatakannya bukan binatang yang rewel dan daya tahannya kuat.

Dia sudah menggemari burung pleci semenjak masih di SMP. Dulu, sekitar tahun 2004, pria yang kerap disapa Irul tersebut kali pertama membelinya sekitar Rp 10.000. Hanya saja seiring berjalannya waktu harga pleci pelan-pelan naik. Terlebih ketika para penggemar burung mulai melirik burung pleci untuk dijadikan salah satu burung peliharaan mereka.

“Mulai akhir tahun 2011, burung pleci mulai booming. Dari situ mulai banyak kontes, jadi harga pun melambung tinggi,” ujar Irul yang juga mengelola kios burung di depan rumahnya di kawasan Joglo, Jakarta Barat.

Kini kisaran harga burung pleci dikatakan Arul sekitar Rp 60.000 sampai Rp 70.000. Harga akan naik berlipat-lipat jika saja burung pleci tersebut sudah teruji dalam kontes yang kini banyak diadakan di pelbagai tempat.

Seperti salah satu burung pleci mata putih kepunyaannya yang awalnya dibelinya dengan harga Rp 300.000. Setelah menjadi jawara di beberapa kontes, Arul mengatakan burung miliknya sempat ditawar Rp 1 juta. Hanya saja Irul tak mau menjualnya. “Bahkan, ada teman di Yogyakarta yang burung plecinya yang sempat dihargai oleh pembeli senilai Rp 90 juta,” tuturnya.

Tren Sesaat?

Irul mengerti melambungnya harga pleci hanyalah karena sedang tren sesaat. Meski begitu, karena sudah kadung suka beberapa tahun terakhir ini, ia tidak memedulikan kemungkinan jika fenomena burung pleci nanti memudar lagi.

“Burung ini bagi saya menarik. Kecil tapi punya suara yang nyaring,” ujarnya. Burung pleci juga dibilangnya cerdas karena kicauannya dapat meniru suara burung lain seperti burung kenari, kacer, ataupun murai.

Dia sempat mengatakan dalam memilih burung pleci, banyak penggemar burung yang memilih karakter burung pleci yang riasan kacamata di kepalanya yang tebal. Biasanya mereka juga akan mencari burung pleci dengan badan yang proporsional. Bentuknya panjang dan posisi berdiri agak busung. Untuk paruh, banyak yang mencari pleci yang memiliki paruh runcing.

Di awal tahun ini, saat burung pleci mulai banyak yang menggemari dan juga karena pengaruh hadirnya banyak kontes, Irul mengaku kiosnya bisa menjual sekitar 400-500 ekor setiap bulan. “Tapi, sebenarnya dari dulu banyak pemula yang memilih pleci karena burung ini mudah dirawat dan harganya masih terjangkau,” kata Irul. (Sihar Ramses Simatupang)

 

Sumber : Sinar Harapan

@ SHNEWS.CO :


BERITA TERKAIT



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Jenis Kelamin : L P
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Editor Choice

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Jokowi Siapkan Tim Pembela Hukum

, 17 April 2014 00:00:00 WIB

Koalisi Demokrat Terbebani Konvensi Capres