Kabar baru, Pasca Sarjana Universitas Kristen Indonesia (UKI) baru saja membuka program Strata Dua (S-2) Magister Manajemen (MM). Program ini mencoba tampil beda di tengah maraknya program serupa di perguruan tinggi lainnya.
Kehadiran program studi (Prodi) MM ini turut meramaikan Prodi MM yang telah ada di berbagai perguruan tinggi yang tersebar di Jakarta. Merujuk data Kopertis III Jakarta, hingga saat ini terdapat 20 perguruan tinggi memiliki program studi Magister Manajemen.
Pada Senin (21/5) lalu setelah pergulatan panjang melalui kerjasama dari Tim Pengembangan Program Magister baru ini yang terdiri dari Dekan Fakultas Ekonomi UKI, D. Robert Tambunan SE, MT dan segenap jajaran di Prodi Manajemen S-1 UKI, maka lahirlah Program Studi Magister Manajemen yang telah memperoleh ijin operasionalnya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
Pembukaan sebagai awal tanda lahir tersebut dihadiri Rektor UKI, Ir Maruli Gultom, Direktur Pascasarjana, Dr Dhaniswara K. Harjono SH, MH, MBA dimana kesempatan tersebut juga dilantik Kepala Prodi Magister Manajemen yaitu Prof Dr S. Pantja Djati, Msi, MA.
Rektor UKI, Ir Maruli Gultom dalam percakapan dengan SH mengatakan, FE UKI sudah berusia lebih dari 30 tahun namun baru memiliki program studi MM. Meski demikian kata Maruli, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. “Sebagai PT khan salah satu tujuannya adalah mengembangkan keilmuan. Harus ada S-2. Supaya ada S-3 harus ada S-2,”ujar Maruli.
Harapan Maruli, dengan adanya MM UKI, harus tetap ada S-3. Dan, tentunya kata dia, yang lebih penting lagi adalah penelitiannya juga menghasilkan pemikiran yang betul-betul bermanfaat bagi bangsa dan bukan pemikiran yang umum-umum saja.
Sementara Direktur Program Pasca Sarjana UKI, DR Dhaniswara K Harjono, SH, MH, MBA menambahkan, program MM yang dibuka tak lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan adanya keharusan membangun perekonomian bangsa sehingga menurut dia, masih banyak dibutuhkan lulusan MM.
“Saya kira program MM ini memang sangat dibutuhkan masyarakat. Oleh karenanya UKI berusaha melihat kebutuhan yang sesungguhnya seperti apa sih, tapi yang penting adalah kemampuan sebagai seorang MM yang berarti seorang pendekar dimana harus memiliki kemampuan yang luar biasa yang dapat dipertanggungjawabkan di masyarakat nanti. Dengan kata lain, UKI juga mempersiapkan pendekar-pendekar bisnis,”kata Dhaniswara.
Di tengah persaingan yang cukup ketat di dunia pendidikan, khususnya program MM, Dhaniswara yakin, UKI memiliki warna tersendiri. Bagaimana pun, UKI berusaha untuk menghasilkan magister yang berkualitas dan bertanggungjawab terhadap profesi, dunia akademis sehingga kualitas merupakan hal penting yang harus diutamakan.
Ditambahkan dia, MM UKI secara rutin akan menghadirkan dosen tamu yang berasal dari tokoh-tokoh ekonomi yang berhasil di bidang bisnis dan manajemen untuk memberikan kuliah pada setiap mata kuliah.
Dengan pembicara dan dosen yang mumpuni yang tidak hanya memiliki kemampuan secara akademis tapi juga kata dia kemampuan praksis juga merupakan kebutuhan yang sangat penting.
Program MM ini menurut Dhaniswara ingin menjadi yang terbaik dan menghasilkan yang terbaik dan berperan serta dalam membangun bangsa, karena kebutuhan bangsa saat ini adalah pembangunan di bidang ekonomi, sehingga UKI terpanggil untuk turut serta mencetak kader-kader di bidang MM ini.
Yang penting menurut Dhaniswara kehadiran Prodi MM dapat memberi manfaat bagi dunia akademis, bangsa, dan masyarakat. Sehingga kualitas, sarana dan prasarana seperti ruang kuliah full AC, kursi, dan juga fasilitas intenet sehingga studi kasus yang dikerjakan mahasiswa bisa didiskusikan melalui internet. Fasilitas yang mumpuni ini ditonjolkan sehingga dapat dimanfaatkan mahasiswa.
Tampil Beda
Sementara Kepala Program Studi (Kaprodi) MM UKI, Prof Dr S. Pantja Djati, Msi, MA yang baru saja dilantik Senin (21/5) lalu menambahkan, persaingan sekolah-sekolah bisnis sangat ketat. Sehingga MM UKI pun mencoba tampil beda dengan yang lainnya dalam hal materi maupun dosennya.
“Dosen yang boleh mengajar S-2 MM haruslah bergelar Doktor (S-3). Bahkan, nanti ada beberapa guru besar. Setiap mata kuliah, kami akan hadirkan dosen tamu dari luar baik akademisi maupun praktisi. Itu yang membedakan kami,”tegas Pantja.
MM UKI akan memiliki empat konsentrasi studi. “Magister Manajemen UKI akan memiliki empat konsentrasi studi yaitu Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Rumah Sakit, dan Risk Management (Manajemen Risiko). Hal ini ditetapkan setelah melalui pertimbangan dan peninjauan lanjut akan kebutuhan SDM dewasa ini.” terang Pantja.
Sementara target mahasiswa angkatan pertama seperti disampaikan Dhaniswara, sebanyak 30 mahasiswa dan calon mahasiswa pertama yang telah mendaftar adalah Ny. Kambuaya, istri Menteri Lingkungan Hidup. Sarana dan prasarana yang mumpuni juga disediakan guna menunjang kegiatan perkuliahan.
Ditambahkan Pantja, untuk mahasiswa S-1 yang berasal dari UKI, langsung dapat melanjutkan kuliah ke MM UKI melalui jalur two train (dua rel), dimana setelah mahasiswa menyelesaikan kuliah hingga semester tujuh denan IPK >3 maka dapat langsung mengikuti perkuliahan di Prodi MM dengan total masa studi tahun.
Dalam setahun, lanjut Pantja, Prodi MM akan menerima mahasiswa baru dua kali periode yang dibagi dalam dua grup yaitu untuk fresh graduate dengan kelas reguler di siang hari dan profesional dengan kelas malam hari.
Sistem perkuliahan pada program ini terdiri dari sistem kelas reguler (Senin-Kamis) dan kelas eksekutif (Jumat-Sabtu).
Tenaga pengajar di MM UKI antara lain Prof Roy Sembel, Prof Payaman Simanjuntak, Prof Mangara Tambunan, Prof Pantjar Simatupang, Prof DR Charles Marpaung. Sementara pengajar untuk tingkat doktoral antara lain DR Jon Situmeang, DR Adolf Bastian Heatubun, DR Nico Lumenta, DR Abraham Simatupang. DR Albert Napitupulu.
MM UKI juga kata Pantja akan menjalin kerjasama dengan universitas lainnya untuk program dual degree. Beberapa perguruan tinggi di Singapura seperti National University Singapore (NUS), Nanyang University. Selain itu, Hongkong University, Curtin University di Australia serta beberapa perguruan tinggi di Singapura seperti National University Singapore (NUS) dan Nanyang University.
Hadirnya Prodi MM UKI ini kata dia, dapat memacu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan memberikan sumbangsih bagi bangsa dan negara.
Rencananya kuliah perdana akan berlangsung pada September 2012 di kampus UKI yang terletak di Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat.
Nah, tunggu apa lagi. Kesempatan bagi calon mahasiswa terbuka lebar. Informasi selengkapnya, kunjungi www.pps.uki.ac.id atau email ke ukipps.gmail.com juga via telepon 021- 8094050 Ext. 445.(Info/Farida Denura)
Sekilas Pasca Sarjana UKI
Perkembangan yang terjadi di berbagai
bidang ilmu dan teknologi menuntut peningkatan sumber daya manusia, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dengan berlandaskan pada Pendidikan Nasional, Tridarma Perguruan Tinggi, dan cinta kasih serta kepedulian pada sesama dengan motto “Melayani, Bukan Dilayani“, maka didirikanlah Program Studi Magister (S2) berdasarkan SK 452/DIKTI/Kep/ 1995.
Mengemban visi, menjadi salah satu program unggulan dalam pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengembangan serta penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Administrasi/Manajemen Pendidikan, Ilmu Hukum dan Pendidikan Agama Kristen. Penerapannya berakar pada kebutuhan masyarakat, dan pada kualitas lulusannya sehingga mampu secara harmonis menyesuaikan diri dalam menghadapi perubahan secara lokal, nasional maupun global dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga-tenaga yang mampu menghadapi dan memecahkan tantangan dan masalah di bidangnya secara profesional.
Visi tersebut diwujudkan dengan menyelengarakan Program Pascasarjana yang dapat menghasilkan lulusan yang mempunyai: Pertama, kemampuan memecahkan masalah-masalah di bidang Manajemen/Administrasi Pendidikan, Ilmu Hukum dan Pendidikan Agama Kristen melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah. Kedua, kemampuan mengembangkan kinerja profesionalnya sebagai pengelola dan pemimpin di bidang pendidikan yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, keserbacakupan tinjauan, perpaduan pemecahan masalah dalam profesinya. Ketiga, kemampuan mengembangkan dan memutakhirkan, mentransfer ilmu pengetahuan, teknologi di bidang Manajemen/Administrasi Pendidikan, Ilmu Hukum dan Pendidikan Agama kristen berdasarkan pendekatan, metode, kaidah ilmiah disertai ketrampilan penerapannya.
Fasilitas yang disediakan di Pasca Sarjana UKI terdiri dari ruang laboratorium komputer dan internet, dimana mahasiswa dapat mengakses internet melalui hot-spot, mahasiswa dapat berkonsultasi dengan dosen dalam pembelajaran jarak jauh menggunakan perangkat IT (e-learning) melalui Academic Information System (AIS), Pembelajaran dilengkapin dengan digital library atau e-journal UKI (software yang berlisensi internasional). Ruang video conference (dapat ber-tele conference dengan lebih dari 100 Universitas di Indonesia) untuk pembelajaran pendidikan berbasis ICT dan pengembangan metode pembelajaran iptek. Perpustakaan dengan ruangan tersendiri yang nyaman untuk belajar, dilengkapi dengan database library (bersistem komputerisasi). Ruang kuliah ber-AC dan kondusif untuk belajar serta berdiskusi, dilengkapi dengan in-focus, laptop dan white-board. Juga tersedia ruang seminar, ibadah dan aula.
Saat ini pasca sarjana UKI telah memiliki 4 (empat) prodi yaitu Magister Administrasi Manajemen/Administrasi Pendidikan, Magister Pendidikan Agama Kristen, Magister Ilmu Hukum, dan Magister Manajemen. Beberapa prodi yang tengah disiapkan adalah prodi Magister Teknik, prodi Magister Kesehatan.(*)