Farida Denura| Rabu, 18 Juli 2012 - 11:28:08 WIB
Kehadiran anak merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan berumah tangga. Namun demikian ada pasangan yang sudah menikah tak kunjung mendapatkan anak. Apa yang terjadi? Adakah sang suami atau istri bermasalah?
Infertilitas adalah suatu keadaan dimana tidak terjadinya kehamilan pada pasangan yang telah berhubungan intim tanpa menggunakan kontrasepsi secara teratur minimal 1-2 tahun. Menurut data demografis sebanyak 12.5% dari seluruh pasangan usia subur akan mengalami kesulitan mempunyai anak.
Penyebab infertilitas menurut dr Irham Suheimi, SpOG, Staff Klinik Morula IVF Jakarta BIC, dapat dikarenakan berbagai faktor baik yang berasal dari pihak pria maupun wanita. Bertambahnya usia, penyumbatan saluran sperma, ejakulasi retrograd- aliran sperma tidak lancar, impotensi, varikokel-pelebaran pembuluh darah vena di scrotum, dan lain-lain merupakan sebagian kondisi yang menjadi penyebab infertilitas pada pria.
Sementara, penyebab infertilitas pada wanita di antaranya endometrosis, anovulatory (siklus menstruasi tak diikuti pengeluaran sel telur dari indung telur), kelainan anatomi pada uran tuba dan lain-lain.
Solusi
Apa yang bisa dilakukan pasangan yang mengalami keadaan di atas? Tentunya menurut dr Irham, treatment yang dapat dilakukan akan sangat bergantung pada penyebabnya. Diperlukan pemeriksaan yang mendalam dan teliti untuk pasangan, baik pada suami maupun istri, yang ingin mempunyai anak.
Terdiri berbagai pemeriksaan mulai dari fisik, seperti melihat adanya kegemukan ataupun kelainan hormonal dan pertumbuhan seksual sekunder menggunakan pemeriksaan-pemeriksaan penunjang, diantaranya ultrasonografi panggul, pemeriksaan basal dan midcycle, hormon profile dan lain-lain.
Pada prinsipnya penanganan infertilitas dapat dilakukan dengan berbagai terapi, baik untuk wanita maupun pria. Penanganan pada pria dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari perubahan gaya hidup, memperbaiki asupan antioksidan, scrotal ultrasound untuk mengesampingkan kemungkinan adanya pembesaran pembuluh darah di daerah testis atau varicocele, sampai ke tindakan Percutaneous Sperm Aspiration (PESA) dan Testicular Sperm Aspiration (TESA) pada kasus-kasus Azoospermia. Sementara penanganan infertilitas wanita biasanya lebih kompleks karena terdapat banyak faktor yang mempengaruhi. Penanganan dapat dimulai dengan jalan siklus pemantaaun; induksi ovulasi sampai ke tindakan laparoskopi.
Teknologi terkini dari penanganan kasus-kasus infertilitas menurut dia seperti dikutip dari www.bunda.co.id, adalah teknologi In Vitro Fertilization dan Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) atau dikenal dengan istilah program bayi tabung. Program bayi tabung yang dilakukan di Klinik Morula IVF Jakarta memiliki angka keberhasilan yang cukup baik sehingga dapat dijadikan pilihan tempat penanganan mas alah yang dialami pasangan dengan masalah fertilitas.
Teknologi untuk mendapatkan keturunan saat ini semakin maju. Pasangan yang belum juga mendapatkan keturunan tidak perlu berputus asa lagi. Yang penting harus segera ke dokter karena faktor usia juga sangat berpengaruh untuk bereproduksi. Jangan sampai terlambat, karena usia tidak bisa balik muda lagi, khan? Apapun langkah yang diambil, sebelum melakukan tindakan apapun, konsultasikan dulu dengan dokter kandungan Anda.(www.shnews.co)
BERITA TERKAIT